28 Safar 1439 / Sabtu, 18 November 2017 / شنبه, ۲۷ آبان ۱۳۹۶

Jamuan Makan (Walimatussafar) Sebelum dan Sesudah Berangkat Haji

  • Written by  Ariyanto, seorang pembelajar yang ingin terus belajar. Baginya, membaca dan menulis adalah salah satu jalan mencari dan menemukan serta membagikan kebaikan. Penulis lepas di Lebaran.com
  • Friday, 18 Oktober 2013 09:00
  • font size decrease font size decrease font size increase font size increase font size
  • Print
  • Email
Illustrasi Jamuan Makan | Google Illustrasi Jamuan Makan | Google

Lebaran.com – Terutama di pedesaan, akan banyak kita jumpai orang-orang yang mengadakan acara cukup meriah ketika ada salah satu dari mereka yang ingin berangkat haji ke Tanah Suci. Begitu pun ketika sekembalinya mereka dari Tanah Suci, akan ada acara lagi yang biasanya diisi dengan jamuan makan, dan juga pengajian dan ceramah.

Bahkan, penulis pernah mendengar dari salah seorang kerabat bahwa biaya yang dikeluarkan untuk persiapan jamuan makan tersebut cukup besar, bisa sebanding dengan biaya untuk berangkat haji, ada pula yang melebihinya. Karena kita ini masyarakat yang penuh tradisi, terkadang memang lebih kuat memegang sebuah tradisi daripada syariat. Tetapi bagaimana dengan jamuan makan seperti ini? Apakah ada tuntunan yang telah dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam?

Jawaban dari Syakih Muhammad Ali Farkus Hafizhahullah yang dilansir melalui Muslim.or.id : Acara jamuan makan ketika seseorang datang dari safar, disebut An Naqi’ah. Ada sebuah hadits shahih tentang hal ini : “Ketika Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam datang ke Madinah, beliau menyembelih unta atau sapi betina” (HR. Bukhari no.2923 bab Ath Tha’am Indal Qudum) Madzhab jumhur sahabat serta tabi’in pun memiliki pendapat bahwa menghadiri atua memenuhi undangan untuk semua jenis jamuan makan adalah wajib dipenuhi. Diantara 8 jenis jamuan makan, salah satunya adalah An Naqi’ah tersebut. Terkait dengan siapa yang menghadirkan jamuan makan tersebut, ada yang berpendapat sang musafir, ada pula orang yang menyambutnya.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin, juga berpendapat boleh melakukan jamuan tersebut (An Naqi’ah) untuk memuliakan para jamaah haji yang datang dari Tanah Suci, karena bisa turut memacu semangat yang lain untuk melakukan perjalanan haji. Tetapi Beliau tidak setuju dengan pemborosan yang dilakukan. Berdasar pada QS Al-An’am 141 bahwa segala sesuatu yang berlebihan tidak disukai oleh Allah Subhanahu wa ta’ala. Jika hukumnya boleh, artinya tidak melakukan hal itu pun bukan sebuah kesalahan sehingga tidak ada cela bagi orang yang tidak melakukan jamuan makan sesudah berangkat haji.Tetapi biasanya, dalam sebuah tradisi, akan ada gunjingan bagi seseorang yang tidak melakukan kebiasaan yang dilakukan oleh mayoritas orang lain. Inilah yang sekiranya perlu disosialisasikan.

Jamuan tersebut hendaknya tidak memberatkan, karena bukanlah kewajiban. Sementara terkait dengan jamuan sebelum berangkat haji, Syaikh Muhammad Ali Farkus berpendapat bahwa beliau tidak mengetahui ada syariat tentang jamuan tersebut. Jika sesuatu dihubungkan dengan hukum syar’i, maka butuh dalil untuk membenarkannya.
Wallahu a’lam


Referensi :
http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/hukum-jamuan-makan-sepulang-haji.html
http://www.konsultasisyariah.com/apa-hukum-perayaan-selamatan-haji/


Last modified on Friday, 18 Oktober 2013 11:18

Kumpulan Artikel Idul Adha 1434 H

  • 1
  • 2
  • 3
Cukup Haji Sekali Saja

Cukup Haji Sekali Saja

Lebaran.com – Memang tidak ada larangan untuk melaksanakan i...

Lantai Dua Masjidil Haram Sudah Digunakan Untuk Tawaf

Lantai Dua Masjidil Haram Sudah Digunakan Untuk Tawaf

Lebaran.com – Sebentar lagi akan datang waktu puncak ibadah ...

Jamuan Makan (Walimatussafar) Sebelum dan Sesudah Berangkat Haji

Jamuan Makan (Walimatussafar) Sebelum dan Sesudah Beran…

Lebaran.com – Terutama di pedesaan, akan banyak kita jumpai ...

Kumpulan Berita Terbaru 2013

  • 1
  • 2
  • 3
It’s about lebaran.com

It’s about lebaran.com

lebaran.com is a unique interesting website to visit especia...

Lebaran in Indonesia

Lebaran in Indonesia

Lebaran.com - For Muslim around the world, Eid al-Fitr is an...

Transplantasi Negatif, Apa Itu? Pornografi?

Transplantasi Negatif, Apa Itu? Pornografi?

Lebaran.com - Wow, mendengar kata transplantasi, tentu kita ...

Kumpulan Artikel Tahun Baru Islam

  • 1
  • 2
  • 3
Meski Terjadi Kemelut, Kirab 1 Suro Keraton Solo Dijamin Aman

Meski Terjadi Kemelut, Kirab 1 Suro Keraton Solo Dijami…

Lebaran.com – Salah satu tradisi yang terkenal di Indonesia ...

Open Day di California Amerika Serikat Membawa Pemahaman Baru Tentang Islam

Open Day di California Amerika Serikat Membawa Pemahama…

Lebaran.com – Islam masih dianggap sebagai biang kerok atas ...

Benarkah Paul Pogba, Sang Gelandang Juventus Itu Seorang Muslim?

Benarkah Paul Pogba, Sang Gelandang Juventus Itu Seoran…

Lebaran.com – Pemain sepak bola Muslim memang selalu menjadi...

Facebook

Berita Lebaran Dari Media Yang Lain

Berita Lebaran Dari Media Yang Lain

Assalamualaikum Wr. Wb,

Mari yuk berkunjung ke Pasar di Lebaran.com,
Klik langsung saja >>> WWW.PASAR.LEBARAN.COM <<<

Pasar Lebaran.com adalah Situs pasang iklan GRATIS dari Lebaran.com.
Kawan bisa menjual dan membeli barang di Pasar Lebaran.com dengan mudah.
Yuk coba, langsung. Terima kasih!

Wa'alaikumsalam Wr Wb,

Pasukan Pasar Lebaran.com