09 Shawwal 1439 / Sabtu, 23 Juni 2018 / شنبه, ۰۲ تیر ۱۳۹۷

Error
  • JUser: :_load: Unable to load user with ID: 60

Tubuh Sehat dengan Slow Food

  • Written by 

“Oleh Cita Diedit Admin Pasukan Lebaran”

Coba amati gaya orang waktu makan sekarang ini! Sarapan terburu-buru, bahkan ada yang sarapan di dalam mobil. Makan siang sangat cepat, bahkan ada yang dilakukan di dalam kantor. Makan malam di restoran cepat saji karena masih banyak yang harus dikerjakan.

Rutinitas makan sekarang ini sudah mengalami banyak pergeseran. Dahulu ibu atau nenek kita akan menyiapkan makanan dengan rutinitas yang tenang dan santai. Memilih sayuran dan daging yang segar, mengolah dengan bumbu alami, lalu menyantapnya bersama anggota keluarga dengan tenang. Semuanya berproses.

Namun kini acara makan tidak lagi menjadi rutinitas yang tenang dan dinikmati. Semua orang terburu-buru saat makan karena dikejar oleh pekerjaan kantor, dikejar oleh pekerjaan rumah, sudah mepet waktu les, sudah mepet waktu mee ing. Yang penting perut kenyang, selesai!

Cepat saji

Banyaknya orang-orang yang terburu-buru mengejar waktu membuat restoran cepat saji semakin marak dan menjadi pilihan banyak orang untuk mempersingkat waktu. Semuanya seolah berlomba-lomba dengan waktu. Waktu adalah uang, itu yang kini menjadi semboyan banyak orang.

Namun tahukah kamu efek dari makan cepat? Proses pencernaan tidak akan maksimal, akibatnya nutrisi tidak terserap secara sempurna. Apalagi nutrisi yang terkandung dalam makanan cepat saji tidaklah selengkap dan sebanyak dalam makanan alami yang kita masak sendiri. Kandungan kalori dan gula yang tinggi akan menimbulkan banyak penyakit di kemudian hari. Serangan jantung, stroke, kanker, bahkan obesitas akan mengancam setiap saat karena pola makan yang tidak sehat.

Slow food

Melihat banyaknya masyarakat perkotaan yang tidak mempedulikan cara makan yang sehat, maka Carlo Petrini , seorang jurnalis pemerhati pola hidup sehat mencetuskan Gerakan Slow Food tahun 1986 di Italia. Dalam organisasi tersebut diberikan pendidikan tentang bahayanya tren makan cepat (fast food) untuk kesehatan. Gerakan slow food ini bermakna kembali ke hakikat asal dalam makan, yaitu makan sehat, rileks, dan tenang. Menikmati setiap prosesnya dengan benar agar acara makan bukan sekadar perut kenyang, namun tubuh mendapat nutrisi yang cukup, jiwa mendapat ketenangan, dan kita pun memperoleh pengalaman dengan berbagai makanan sehat.

Di Indonesia, kita mengenal berbagai jenis makanan yang asli dari alam. Tidak terhitung berapa banyak makanan khas Indonesia yang kaya gizi. Maka gerakan slow food ini tepat untuk diterapkan di Indonesia.

Hingga saat ini anggota gerakan yang memiliki simbol seekor siput ini tersebar di berbagai belahan dunia. Bahkan di Indonesia sendiri sudah ada sejak September 2006. Slow Food mengajarkan kita untuk memahami pentingnya apa yang kita makan, menikmati hidup, dan membangkitkan cita rasa yang tinggi terhadap makanan.

Langkah-langkah

Tertarik mengikuti gerakan slow food? Kamu bisa mempraktekkan beberapa hal di bawah ini :

1. Pilih produk lokal organik karena dengan mengkonsumsi produk lokal maka kesegaran makanan akan lebih terjamin. Produk impor memiliki jarak tempuh yang cukup jauh yang akan mempengaruhi kesegaran bahan makanan.

2. Beli bahan makanan yang sedang musim, selain lebih murah akan memiliki kualitas yang lebih baik.

3. Bila bahan makanan dikemas, pilihlah kemasan yang alami seperti daun dibandingkan kemasan plastik atau kemasan tidak alami lainnya.

4. Ganti bumbu instan dengan bumbu yang lebih sehat dan alami seperti campuran bawang merah, bawang putih, bawang bombai, daun bawang, seledri, jahe, kunyit, merica, dan sebagainya. Bumbu-bumbu tersebut rasanya tidak kalah gurih dengan bumbu buatan. Tidak ingin repot, coba racik bumbu lebih banyak kemudian simpan sisanya dan masukkan ke dalam kulkas sehingga dapat digunakan lain waktu.

5. Bila memang sangat repot memasak sendiri, maka pilihlah restoran yang mengusung tema tradisional, bukan restoran cepat saji. Kini restoran ala-ala desa seperti itu banyak diminati oleh masyarakat yang menyadari pentingnya kesehatan.

6. Makanlah dengan santai, kunyah dengan baik, biarkan proses pencernaan berjalan sesuai waktunya. Jangan tergesa-gesa, nikmati setiap suapan yang ada hingga tubuh menyerap nutrisi dan gizi seimbang dengan maksimal.

Ingin sehat kini dan nanti? Nikmati makananmu!

Last modified on Friday, 08 Februari 2013 15:24

Kumpulan Artikel Idul Adha 1434 H

  • 1
  • 2
  • 3
Cukup Haji Sekali Saja

Cukup Haji Sekali Saja

Lebaran.com – Memang tidak ada larangan untuk melaksanakan i...

Lantai Dua Masjidil Haram Sudah Digunakan Untuk Tawaf

Lantai Dua Masjidil Haram Sudah Digunakan Untuk Tawaf

Lebaran.com – Sebentar lagi akan datang waktu puncak ibadah ...

Jamuan Makan (Walimatussafar) Sebelum dan Sesudah Berangkat Haji

Jamuan Makan (Walimatussafar) Sebelum dan Sesudah Beran…

Lebaran.com – Terutama di pedesaan, akan banyak kita jumpai ...

Kumpulan Berita Terbaru 2013

  • 1
  • 2
  • 3
It’s about lebaran.com

It’s about lebaran.com

lebaran.com is a unique interesting website to visit especia...

Lebaran in Indonesia

Lebaran in Indonesia

Lebaran.com - For Muslim around the world, Eid al-Fitr is an...

Transplantasi Negatif, Apa Itu? Pornografi?

Transplantasi Negatif, Apa Itu? Pornografi?

Lebaran.com - Wow, mendengar kata transplantasi, tentu kita ...

Kumpulan Artikel kesehatan

  • 1
  • 2
  • 3
Buah Penangkal Hipertensi

Buah Penangkal Hipertensi

Lebaran.com -  Hipertensi atau yang dikenal dengan tekanan d...

Saat Kandang Juventus Menjadi Tempat yang Nyaman Bagi para Muslim

Saat Kandang Juventus Menjadi Tempat yang Nyaman Bagi p…

Lebaran.com – Mendengar nama Juventus, mungkin tak akan ada ...

Melati Tak Hanya Sekadar Bunga

Melati Tak Hanya Sekadar Bunga

Lebaran.com -  Manfaat dan khasiat melati sudah dikenal seja...

Kumpulan Artikel Tahun Baru Islam

  • 1
  • 2
  • 3
Meski Terjadi Kemelut, Kirab 1 Suro Keraton Solo Dijamin Aman

Meski Terjadi Kemelut, Kirab 1 Suro Keraton Solo Dijami…

Lebaran.com – Salah satu tradisi yang terkenal di Indonesia ...

Open Day di California Amerika Serikat Membawa Pemahaman Baru Tentang Islam

Open Day di California Amerika Serikat Membawa Pemahama…

Lebaran.com – Islam masih dianggap sebagai biang kerok atas ...

Benarkah Paul Pogba, Sang Gelandang Juventus Itu Seorang Muslim?

Benarkah Paul Pogba, Sang Gelandang Juventus Itu Seoran…

Lebaran.com – Pemain sepak bola Muslim memang selalu menjadi...

Facebook

Berita Lebaran Dari Media Yang Lain

Berita Lebaran Dari Media Yang Lain

Assalamualaikum Wr. Wb,

Mari yuk berkunjung ke Pasar di Lebaran.com,
Klik langsung saja >>> WWW.PASAR.LEBARAN.COM <<<

Pasar Lebaran.com adalah Situs pasang iklan GRATIS dari Lebaran.com.
Kawan bisa menjual dan membeli barang di Pasar Lebaran.com dengan mudah.
Yuk coba, langsung. Terima kasih!

Wa'alaikumsalam Wr Wb,

Pasukan Pasar Lebaran.com