26 Dhu al-Qi'dah 1438 / Sabtu, 19 Agustus 2017 / شنبه, ۲۸ مرداد ۱۳۹۶

Alternative flash content

Requirements

Kenapa Menghitung Dzikir dengan Tasbih?

Saat membaca dzikir, kebanyakan orang menggunakan tasbih. Mau itu tasbih yang berbentuk tradisional berupa biji-bijian yang dibentuk kalung atau tasbih yang lebih modern yaitu tasbih mekanik, sebuah alat kecil yang hanya tinggal memencet dan akan keluar hitungan angka. Mungkin itu bukan hal yang aneh bagi kebanyakan orang, namun timbul perdebatan bahwa hal tersebut termasuk bid’ah.

Bid’ah adalah sebuah perbuatan yang tidak pernah diperintahkan maupun dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW tetapi banyak dilakukan oleh masyarakat sekarang ini. Hukum dari bidaah ini adalah haram.

Tasbih dalam bahasa Arab disebut “Subhah”, yaitu butiran-butiran yang dirangkai untuk menghitung jumlah banyaknya dzikir yang diucapkan dengan lidah atau hanya dalam hati. Dalam bahasa Sansakerta kuno, tasbih disebut Jibmala atau hitungan dzikir.

Ada pendapat berbeda tentang sejarah tasbih, ada yang mengatakan tasbih berasal dari Arab dan ada yang mengatakan dari India yang mulanya kebiasaan orang-orang Hindu. Semuanya terjadi sebelum zaman Islam. Hingga Islam datang dan memerintahkan pemeluknya untuk selalu berdzikir (mengingat) Allah SWT.  Walau dzikir tidak diharuskan kapan dan berapa jumlahnya, namun ada beberapa hadist yang menganjurkan jumlah dan waktu berdzikir, misalnya seusai shalat fardhu yaitu membaca ucapan “Subhanallah”, “Alhamdulillah”, “Allahu Akbar” masing-masing 33 kali, kemudian dilengkapi “Laa ilaaha illallahu wahdahu...” sebanyak 100 kali.  Dengan begitu maka orang berdzikir tahu jumlahnya yang pasti.

Zaman dahulu tasbih memang belum dikenal, tasbih baru dipergunakan orang mulai abad ke-2 Hijriah. Nabi Muhammad menggunakan tangan kanannya untuk menghitung dzikir karena kelak tangan akan berbicara di hari akhir nanti. Menghitung dzikir dengan tangan kanan memiliki keutamaan :

1.  Merupakan petunjuk Nabi Muhammad SAW.

2.  Menghitung dengan tasbih dapat membawa pada kelalaian. Banyak orang yang berdzikir dengan tasbih namun hatinya tidak berdzikir karena sudah merasa hitungannya tepat menggunakan tasbih. Padahal dzikir bukan masalah hitungan, namun hati pun ikut berdzikir, dengan menggunakan tangan maka kita akan lebih berkonsentrasi dalam berdzikir.

3.  Tasbih dikhawatirkan mendatangkan riya.  Banyak orang yang mengalungkan tasbih seolah-olah menunjukkan “lihatlah kami berdzikir”.  Hal tersebut memang tidak selamanya benar, namun kekhawatiran tersebut selalu ada, mengingat setan selalu menggoda dari banyak sisi.  Mudah-mudahan hal tersebut tidak benar dan malah berujung fitnah.  Naudzubillah...

Oleh karena itu masih banyak yang memandang berdzikir menggunakan tasbih itu tidak baik walau sejak abad ke-5 Hijriah, penggunaan tasbih semakin meluas karena mempemudah dalam menghitung dzikir. Meluasnya penggunaan tasbih, karena banyak pendapat yang mengatakan hal tersebut tidak dilarang Nabi Muhammad SAW. Seperti yang diriwayatkan Imam Tirmidzi, Al-Hakim dan Thabarani, mengatakan :

“Bahwa pada suatu saat Rasulallah SAW. datang ke rumahnya. Beliau melihat biji kurma yang biasa digunakan oleh Shofiyyah untuk menghitung dzikir. Beliau saw. bertanya; ‘Hai binti Huyay, apakah itu ?‘ Shofiyyah menjawab ; ‘Itulah yang kupergunakan untuk menghitung dzikir’. Beliau saw. berkata lagi; ‘Sesungguhnya engkau dapat berdzikir lebih banyak dari itu’. Shofiyyah menyahut; ‘Ya Rasulallah, ajarilah aku’. Rasulallah saw. kemudian berkata; ‘Sebutlah, Maha Suci Allah sebanyak ciptaan-Nya’ ”. (Hadits shohih).

Hadist tersebut menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW tidak melarang Shofiyyah menggunakan biji kurma untuk menghitung dzikirnya atau mengatakan harus berdzikir dengan jarinya. Nabi Muhammad SAW hanya menyarankan untuk memperbanyak jumlah dzikirnya. Masih banyak hadist lain yang meriwayatkan bahwa para sahabat Nabi dan kaum salaf yang sholeh pun menggunakan biji kurma, batu kerikil, bundelan benang, dan sebagainya untuk menghitung dzikir mereka.

Namun pertentangan tentang tasbih ini memang masih ada. Sebaiknya hal ini kembali pada inti dari dzikir itu sendiri. Dzikir adalah mengingat Allah dengan sepenuh hati, bukan hanya mengucapkannya sebanyak-banyaknya namun hati tidak tersentuh. Kekhusyukan dalam berdzikir tentulah lebih utama dari apapun.  Niat kita memakai tasbih tentu bukan berdzikir pada tasbih, namun pada Allah SWT.

Masing-masing orang berbeda dalam mencapai kebaikan berdzikir, ada yang merasa lebih afdal menggunakan tangan kanan atau ada yang menggunakan tasbih.  Selama keduanya dilandasi niat yang baik dan membawa kekhusyukan, insya Allah dzikir kita diterima.  Manakah yang yang lebih baik, menghitung dzikir dengan jari atau menggunakan tasbih?  Hati kita sendiri yang bisa menjawabnya.

“Oleh Cita Diedit Admin Pasukan Lebaran”

Kumpulan Artikel Khazanah

  • 1
  • 2
  • 3
Consumerism in Lebaran?

Consumerism in Lebaran?

Lebaran.com - Eid al-Fitr or Lebaran in Indonesian Language ...

Should I Feel Sad When Ramadhan is Over?

Should I Feel Sad When Ramadhan is Over?

Lebaran.com - Should I Feel Sad When Ramadan is Over? Severa...

Tanggapan Anak Muda Muslim Terhadap 5 Rukun Islam

Tanggapan Anak Muda Muslim Terhadap 5 Rukun Islam

Lebaran.com -  Tak kenal maka tak sayang, peribahasa singkat...

Kumpulan Artikel Idul Adha 1434 H

  • 1
  • 2
  • 3
Cukup Haji Sekali Saja

Cukup Haji Sekali Saja

Lebaran.com – Memang tidak ada larangan untuk melaksanakan i...

Lantai Dua Masjidil Haram Sudah Digunakan Untuk Tawaf

Lantai Dua Masjidil Haram Sudah Digunakan Untuk Tawaf

Lebaran.com – Sebentar lagi akan datang waktu puncak ibadah ...

Jamuan Makan (Walimatussafar) Sebelum dan Sesudah Berangkat Haji

Jamuan Makan (Walimatussafar) Sebelum dan Sesudah Beran…

Lebaran.com – Terutama di pedesaan, akan banyak kita jumpai ...

Kumpulan Berita Terbaru 2013

  • 1
  • 2
  • 3
It’s about lebaran.com

It’s about lebaran.com

lebaran.com is a unique interesting website to visit especia...

Lebaran in Indonesia

Lebaran in Indonesia

Lebaran.com - For Muslim around the world, Eid al-Fitr is an...

Transplantasi Negatif, Apa Itu? Pornografi?

Transplantasi Negatif, Apa Itu? Pornografi?

Lebaran.com - Wow, mendengar kata transplantasi, tentu kita ...

Kumpulan Artikel Tahun Baru Islam

  • 1
  • 2
  • 3
Meski Terjadi Kemelut, Kirab 1 Suro Keraton Solo Dijamin Aman

Meski Terjadi Kemelut, Kirab 1 Suro Keraton Solo Dijami…

Lebaran.com – Salah satu tradisi yang terkenal di Indonesia ...

Open Day di California Amerika Serikat Membawa Pemahaman Baru Tentang Islam

Open Day di California Amerika Serikat Membawa Pemahama…

Lebaran.com – Islam masih dianggap sebagai biang kerok atas ...

Benarkah Paul Pogba, Sang Gelandang Juventus Itu Seorang Muslim?

Benarkah Paul Pogba, Sang Gelandang Juventus Itu Seoran…

Lebaran.com – Pemain sepak bola Muslim memang selalu menjadi...

Facebook

Berita Lebaran Dari Media Yang Lain

Berita Lebaran Dari Media Yang Lain

Assalamualaikum Wr. Wb,

Mari yuk berkunjung ke Pasar di Lebaran.com,
Klik langsung saja >>> WWW.PASAR.LEBARAN.COM <<<

Pasar Lebaran.com adalah Situs pasang iklan GRATIS dari Lebaran.com.
Kawan bisa menjual dan membeli barang di Pasar Lebaran.com dengan mudah.
Yuk coba, langsung. Terima kasih!

Wa'alaikumsalam Wr Wb,

Pasukan Pasar Lebaran.com