26 Dhu al-Qi'dah 1438 / Sabtu, 19 Agustus 2017 / شنبه, ۲۸ مرداد ۱۳۹۶

Error
  • JUser: :_load: Unable to load user with ID: 60

Alternative flash content

Requirements

Keunikan Umat Islam di Kampung Pegayaman Bali

Banyak orang mengira bahwa sebagian besar penduduk Pulau Bali adalah Hindu dan Budha. Pandangan itu mungkin benar. Karena hampir semua orang Bali beragama Hindu.
 
Namun, pernahkan sobat Lebaran.com mendengar sebuah perkampungan muslim di Bali? Di tengah-tengah kehidupan masyarakat Hindu-Dharma yang sarat dengan ritual keagamaan dan adat istiadatnya yang kental, perkampungan muslim itu memberikan warna tersendiri bagi Bali.

Raja Waturenggong >>

Itulah Pegayaman, sebuah nama desa muslim di Bali yang ada di wilayah Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali Utara.

Sejarah masuknya agama Islam ke Bali dimulai sejak zaman kerajaan pada abad XIV berasal dari sejumlah daerah di Indonesia, tidak merupakan satu-kesatuan yang utuh.

Sejarah masuknya Islam ke Pulau Dewata dengan latar belakang sendiri dari masing-masing komunitas Islam yang kini ada di Bali, Penyebaran agama Islam ke Bali antara lain berasal dari Jawa, Madura, Lombok dan Bugis.

Masuknya Islam pertama kali ke Pulau Dewata lewat pusat pemerintahan zaman kekuasaan Raja Dalem Waturenggong yang berpusat di Klungkung pada abad XIV M.

Raja Dalem Waturenggong berkuasa selama kurun waktu 1480-1550. Ketika berkunjung ke Kerajaan Majapahit di Jawa Timur, sekembalinya diantar oleh 40 orang pengawal yang beragama Islam.

Ke-40 pengawal tersebut akhirnya diizinkan menetap di Bali, tanpa mendirikan kerajaan tersendiri seperti halnya kerajaan Islam di pantai utara Pulau Jawa pada masa kejayaan Majapahit.  

Para pengawal muslim itu hanya bertindak sebagai abdi dalam kerajaan Gelgel menempati satu pemukiman dan membangun sebuah masjid yang diberi nama Masjid Gelgel, yang kini merupakan tempat ibadan umat Islam tertua di Pulau Dewata.

Kehidupan di sana tak ubahnya seperti kehidupan di Bali pada umumnya. Yang membedakan hanya tempat ibadah saja.

Bahkan di Desa Pegayaman, karena letaknya di pegunungan dan tergolong masih agraris, semua simbol-simbol adat Bali seperti subak, seka, banjar, dipelihara dengan baik. Begitu pula nama-nama anak mereka, Wayan/Putu, Made, Nyoman, Nengah, Ketut tetap diberikan sebagai kata depan yang khas Bali.

Penduduk kampung ini konon berasal dari para prajurit Jawa atau kawula asal Sasak dan Bugis beragama Islam yang dibawa oleh para Raja Buleleng, Badung dan Karangasem pada zaman kerajaan Bali.

Memang, sulit rasanya dimengerti bila melihat kehidupan masyarakat Pegayaman, Sukasada, Buleleng Bali ini. Sebab, di tengah-tengah bergulirnya arus kemajuan zaman, ada anggota masyarakat yang seolah terpaku pada pola hidup lama.

Konon hal itu merupakan warisan dari leluhurnya asal Blambangan, Banyuwangi Jawa Timur, dan dipadukan dengan budaya Hindu Bali. Desa Pegayaman ini berpenduduk 1.000 Kepala Keluarga atau 5.000 jiwa. Lokasinya di ketinggian bukit dan dikelilingi pepohonan rindang, sawah, dan ladang.

Ketika Ramadhan datang, umat Hindu menghormati orang Islam yang berpuasa, dan pada saat berbuka puasa umat Hindu ada yang ngejot (memberikan dengan ikhlas) ketupat. Apalagi saat Idul Fitri datang. Umat Hindu memberi buah-buahan kepada saudaranya yang muslim, sementara pada saat hari raya Galungan, umat Islam memberikan ketupat (minimal anyaman kulit ketupat).

Saat Lebaran, mereka merayakannya namun bernuansa masyarakat Hindu. Hiasan rumah dan tata cara berpakaian dan aksesoris, juga tak terlepas dari masyarakat Hindu.

Hanya bedanya, warga Muslim Desa Pegayaman masih memiliki perbedaan dengan muslim lain di Bali selama bulan suci Ramadhan. Muslim di Desa Pegayaman melakukan salat Tarawih menjelang malam pukul 22.00 WITA.

Alasannya, salat Tarawih dilakukan menjelang tengah malam ini demi memberi kesempatan lebih awal pada kaum wanita yang memiliki banyak kesibukan. Selain itu, letak tempat tinggal antarwarga yang berjauhan satu sama lain. Selesai salat Tarawih, dilanjutkan dengan tadarus Alquran, yang biasanya dimulai dari pukul 23.00 WITA

Indonesia memang kaya ragam budaya dan agama tetapi kita masih tetap bisa bersatu dalam perbedaan.

“Oleh Eka D Panca Y dari berbagai sumber Diedit Admin Pasukan Lebaran"

sumber image : google

Kumpulan Artikel Khazanah

  • 1
  • 2
  • 3
Consumerism in Lebaran?

Consumerism in Lebaran?

Lebaran.com - Eid al-Fitr or Lebaran in Indonesian Language ...

Should I Feel Sad When Ramadhan is Over?

Should I Feel Sad When Ramadhan is Over?

Lebaran.com - Should I Feel Sad When Ramadan is Over? Severa...

Tanggapan Anak Muda Muslim Terhadap 5 Rukun Islam

Tanggapan Anak Muda Muslim Terhadap 5 Rukun Islam

Lebaran.com -  Tak kenal maka tak sayang, peribahasa singkat...

Kumpulan Artikel Idul Adha 1434 H

  • 1
  • 2
  • 3
Cukup Haji Sekali Saja

Cukup Haji Sekali Saja

Lebaran.com – Memang tidak ada larangan untuk melaksanakan i...

Lantai Dua Masjidil Haram Sudah Digunakan Untuk Tawaf

Lantai Dua Masjidil Haram Sudah Digunakan Untuk Tawaf

Lebaran.com – Sebentar lagi akan datang waktu puncak ibadah ...

Jamuan Makan (Walimatussafar) Sebelum dan Sesudah Berangkat Haji

Jamuan Makan (Walimatussafar) Sebelum dan Sesudah Beran…

Lebaran.com – Terutama di pedesaan, akan banyak kita jumpai ...

Kumpulan Berita Terbaru 2013

  • 1
  • 2
  • 3
It’s about lebaran.com

It’s about lebaran.com

lebaran.com is a unique interesting website to visit especia...

Lebaran in Indonesia

Lebaran in Indonesia

Lebaran.com - For Muslim around the world, Eid al-Fitr is an...

Transplantasi Negatif, Apa Itu? Pornografi?

Transplantasi Negatif, Apa Itu? Pornografi?

Lebaran.com - Wow, mendengar kata transplantasi, tentu kita ...

Kumpulan Artikel Tahun Baru Islam

  • 1
  • 2
  • 3
Meski Terjadi Kemelut, Kirab 1 Suro Keraton Solo Dijamin Aman

Meski Terjadi Kemelut, Kirab 1 Suro Keraton Solo Dijami…

Lebaran.com – Salah satu tradisi yang terkenal di Indonesia ...

Open Day di California Amerika Serikat Membawa Pemahaman Baru Tentang Islam

Open Day di California Amerika Serikat Membawa Pemahama…

Lebaran.com – Islam masih dianggap sebagai biang kerok atas ...

Benarkah Paul Pogba, Sang Gelandang Juventus Itu Seorang Muslim?

Benarkah Paul Pogba, Sang Gelandang Juventus Itu Seoran…

Lebaran.com – Pemain sepak bola Muslim memang selalu menjadi...

Facebook

Berita Lebaran Dari Media Yang Lain

Berita Lebaran Dari Media Yang Lain

Assalamualaikum Wr. Wb,

Mari yuk berkunjung ke Pasar di Lebaran.com,
Klik langsung saja >>> WWW.PASAR.LEBARAN.COM <<<

Pasar Lebaran.com adalah Situs pasang iklan GRATIS dari Lebaran.com.
Kawan bisa menjual dan membeli barang di Pasar Lebaran.com dengan mudah.
Yuk coba, langsung. Terima kasih!

Wa'alaikumsalam Wr Wb,

Pasukan Pasar Lebaran.com