28 Safar 1439 / Sabtu, 18 November 2017 / شنبه, ۲۷ آبان ۱۳۹۶

Error
  • JUser: :_load: Unable to load user with ID: 60

Haji Agus Salim, Sang Pembela Kebenaran

Oleh Rosyid Nurul Hakim, sebagaimana dimuat di republika.co.id.

Puluhan tahun yang lalu, dalam sebuah acara diplomatik di London, seorang pria berdiri tegak. Tubuhnya terbilang kecil, jika dibandingkan dengan perawakan tubuh bangsa Eropa yang tinggi besar. Ketika itu,  pria kecil itu menggunakan peci hitam yang menutupi rambutnya yang putih. Dari mulutnya keluar asap pekat yang berbau khas.

Pendidikan Barat >>


Perawakannya yang berbeda dengan tamu undangan yang lain, serta bau khas yang keluar dari rokoknya, membuatnya menjadi pusat perhatian. “Apa itu yang anda hisap, tuan?” ujar salah seorang pria Eropa yang pertanyaannya sudah mewakili rasa penasaran sebagian besar tamu undangan.

‘’Ini, yang mulia, adalah alasan mengapa Barat ingin menguasai dunia,” ujarnya. Padahal dia hanya sedang menghisap rokok kretek yang memang menghasilkan aroma khas pada asapnya. Aroma itu berasal dari cengkeh, rempah yang diburu oleh bangsa Barat pada masa kolonial.

Siapakah sebenarnya orang itu? Ternyata dia adalah Haji Agus Salim. Seperti cerita yang dikutip dari New York Times , Agus Salim adalah duta besar Indonesia pertama untuk Britania Raya. Di Indonesia, dia dikenal dengan julukan Grand Old Man. Pria kecil itu adalah orang Indonesia pertama yang mengenyam pendidikan barat.

Padahal pada masa-masa kolonial atau sekitar tahun 1943, tidak lebih dari 3,5 persen penduduk Indonesia yang bisa baca tulis. Haji Agus Salim adalah sosok langka yang mampu membanggakan bangsa Indonesia di ranah internasional.

Lahir pada 8 Oktober 1884 di Kota Gadang, Sumatera Barat, Haji Agus Salim memiliki nama asli Musyudul Haq. Nama pemberian ayahnya itu memiliki arti ‘pembela kebenaran’. Sebuah doa yang ingin dipanjatkan sang ayah agar anaknya mampu menjadi seperti namanya.

Nama tersebut kemudian berubah menjadi  Agus Salim, karena ketika masih kecil, Musyudul yang tumbuh di kalangan keluarga terpandang di tanah Minang, selalu diasuh oleh pembantu yang keturunan Jawa. Dia lebih sering dipanggil ‘den bagus’.. Oleh karena itulah, teman-temannya kemudian memendekkan nama panggilan itu menjadi ‘gus’. Sedangkan di sekolahnya dia lebih sering dipanggil ‘Agus’.

Ayahnya yang seorang jaksa di pengadilan Riau, memungkinkan Agus Salim untuk bisa masuk di sekolah yang terbaik. Dia diterima di sekolah dasar Belanda ELS (Europeese Lager School). Lulus pada 1897, dia bertolak ke Batavia, yang saat ini menjadi Jakarta, untuk masuk ke Hogere Burger School (HBS), sekolah lanjutan yang sebenarnya diperuntukkan bagi orang-orang Eropa di Indonesia. Pada masa itu, sangat jarang terlihat anak pribumi masuk ke sekolah Eropa.

Pada umur 19, dia lulus dari HBS dengan nilai paling tinggi di tingkat nasional. Belum pernah ada yang mencapai nilainya ketika itu. Agus Salim muda sudah menjadi kebanggaan Indonesia melalui nilainya yang mengalahkan murid-murid Eropa.

Namun, karena kondisi keuangan, dia tidak mampu melanjutkan pendidikannya. Meskipun kemudian RA Kartini memberikan rekomendasi dan meminta pemerintah Belanda untuk memberikan beasiswa, Agus Salim justru menolaknya.

Dalam hatinya,  dia ingin menjadi dokter di perguruan tinggi di Eropa, akan tetapi harga dirinya jauh lebih tinggi dari mimpinya. Dia menolak beasiswa itu karena pemerintah Belanda memberikannya atas dasar rekomendasi dari tokoh emansipasi wanita Indonesia tersebut, bukan karena menghargai pencapaiannya. Hal ini menurutnya sama saja dengan diskriminasi.

Waktu berputar, hingga akhirnya pada umur 22 tahun, dia bekerja di  Konsulat Belanda di Jeddah, Arab Saudi. Justru melalui pekerjaan itulah, dia menempa ilmu agamanya. Agus Salim banyak belajar tentang agama dari pamannya Syekh Ahmad Khatib yang sudah berada di Makkah sejak 1876.

Sang paman merupakan Imam dan guru terhormat di Universitas Harramain Massajidal. Syekh Ahmad Khatib adalah tiang tengah dari Mazhab Syafi’i dalam dunia Islam pada permulaan abad XIV. Ia juga dikenal sebagai ulama yang sangat peduli terhadap pencerdasan umat. Imam Masjidil Haram ini adalah ilmuwan yang menguasai ilmu fikih, sejarah, aljabar, ilmu falak, ilmu hitung, dan ilmu ukur (geometri).

Selama bekerja di konsulat itu, sejak tahun 1906 hingga 1911, Agus Salim menyerap begitu banyak pengetahuan Islam. Karena kepintarannya, dalam waktu singkat, ilmu-ilmu agama Islam itu masuk di kepalanya dan menjadi bagian dari tindak-tanduknya. Pada masa yang sama, dia juga belajar beragam bahasa, seperti Belanda, Inggris, Jerman, Perancis, Arab, Turki, dan Jepang.

Pulang ke Indonesia, pada tahun 1915, pada masa kepemimpinan HOS Cokroaminoto, Haji Agus Salim masuk ke dalam Sarekat Islam. Dalam waktu singkat mereka berdua sudah menjadi kawan baik, dan mitra yang dapat saling bekerja sama dengan baik, demi masa depan masyarakat Indonesia. Melalui organisasi inilah, dia mengembangkan karier di bidang politik, agama, dan intelektual.

Haji Agus Salim juga dipercaya menggantikan Cokroaminoto untuk menjadi anggota Volkstraad pada 1922 sampai 1925. Selama menjadi bagian dari Volkstrad ini, ada cerita yang menjadi bagian tak terlupakan dalam sejarah kehidupan pahlawan nasional ini. Pernah suatu kali dia berpidato dalam bahasa Indonesa. Namun, ketua Volkstrad memerintahkannya untuk memakai bahasa Belanda.

“Saya memang pandai berpidato dalam bahasa Belanda, tapi menurut peraturan Dewan saya punya hak untuk mengeluarkan pendapat dalam bahasa Indonesia,” jawab Haji Agus Salim. Lalu dia mulai berpidato dalam bahasa Indonesia yang saat itu dikenal juga sebagai Bahasa Melayu. Namun ketika dia mengucapkan kata ‘ekonomi’ seorang Belanda mengajukan pertanyaan.

“Apa kata ekonomi itu dalam bahasa Melayu?” ujar pria Belanda itu dengan maksud mengejek. “Coba tuan sebutkan dahulu apa kata ekonomi itu dalam bahasa Belanda, nanti saya sebutkan Indonesianya?” jawab Haji Agus Salim. Kaget, pria Belanda itu hanya bisa melongo saja. Karena kata ekonomi juga tidak ada padanannya dalam bahasa Belanda.

Haji Agus Salim memang tokoh pemberani yang pandai berargumentasi. Hal ini jugalah yang kemudian mengantarkannya sebagai Menteri Luar Negeri. Dia menempati posisi itu dalam beberapa kabinet, yaitu pada masa Sutan Syahrir, Amir Sjarifudin, dan Hatta.

Haji Agus Salim wafat  pada 4 November 1954. Dia adalah pahlawan pertama yang dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata. Jasanya untuk bangsa dan agama tak akan pernah terlupakan.

Sumber : http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/khazanah/12/04/24/m2yi6c-haji-agus-salim-sang-pembela-kebenaran

Kumpulan Artikel Kisah & Sejarah

  • 1
  • 2
  • 3
Prev Selanjutnya
Haji, Riwayatnya Dulu

Haji, Riwayatnya Dulu

Lebaran.com -  Tatkala Nabi Ibrahim ‘alaihissalam selesai me...

Generasi Triple ‘X’ – Virus “Pornografi”

Generasi Triple ‘X’ – Virus “Pornografi”

Lebaran.com - Gaul, trendy, eksis dan melek teknologi. Itula...

Sosok :  N.A. Muslimah Hafsari Hamid binti K.A.Hamid

Sosok : N.A. Muslimah Hafsari Hamid binti K.A.Hamid

Lebaran.com - Ibu Muslimah Hafsari, atau yang akrab disapa d...

Kumpulan Artikel Idul Adha 1434 H

  • 1
  • 2
  • 3
Cukup Haji Sekali Saja

Cukup Haji Sekali Saja

Lebaran.com – Memang tidak ada larangan untuk melaksanakan i...

Lantai Dua Masjidil Haram Sudah Digunakan Untuk Tawaf

Lantai Dua Masjidil Haram Sudah Digunakan Untuk Tawaf

Lebaran.com – Sebentar lagi akan datang waktu puncak ibadah ...

Jamuan Makan (Walimatussafar) Sebelum dan Sesudah Berangkat Haji

Jamuan Makan (Walimatussafar) Sebelum dan Sesudah Beran…

Lebaran.com – Terutama di pedesaan, akan banyak kita jumpai ...

Kumpulan Berita Terbaru 2013

  • 1
  • 2
  • 3
It’s about lebaran.com

It’s about lebaran.com

lebaran.com is a unique interesting website to visit especia...

Lebaran in Indonesia

Lebaran in Indonesia

Lebaran.com - For Muslim around the world, Eid al-Fitr is an...

Transplantasi Negatif, Apa Itu? Pornografi?

Transplantasi Negatif, Apa Itu? Pornografi?

Lebaran.com - Wow, mendengar kata transplantasi, tentu kita ...

Kumpulan Artikel Tahun Baru Islam

  • 1
  • 2
  • 3
Meski Terjadi Kemelut, Kirab 1 Suro Keraton Solo Dijamin Aman

Meski Terjadi Kemelut, Kirab 1 Suro Keraton Solo Dijami…

Lebaran.com – Salah satu tradisi yang terkenal di Indonesia ...

Open Day di California Amerika Serikat Membawa Pemahaman Baru Tentang Islam

Open Day di California Amerika Serikat Membawa Pemahama…

Lebaran.com – Islam masih dianggap sebagai biang kerok atas ...

Benarkah Paul Pogba, Sang Gelandang Juventus Itu Seorang Muslim?

Benarkah Paul Pogba, Sang Gelandang Juventus Itu Seoran…

Lebaran.com – Pemain sepak bola Muslim memang selalu menjadi...

Facebook

Berita Lebaran Dari Media Yang Lain

Berita Lebaran Dari Media Yang Lain

Assalamualaikum Wr. Wb,

Mari yuk berkunjung ke Pasar di Lebaran.com,
Klik langsung saja >>> WWW.PASAR.LEBARAN.COM <<<

Pasar Lebaran.com adalah Situs pasang iklan GRATIS dari Lebaran.com.
Kawan bisa menjual dan membeli barang di Pasar Lebaran.com dengan mudah.
Yuk coba, langsung. Terima kasih!

Wa'alaikumsalam Wr Wb,

Pasukan Pasar Lebaran.com