01 Dhu al-Hijjah 1438 / Kamis, 24 Agustus 2017 / پنجشنبه, ۰۲ شهریور ۱۳۹۶

Kisah Nabi Ibrahim & Ismail, Bukti Ketakwaan Dua Hamba Allah

Makkah | Google Makkah | Google

Lebaran.com – Kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail mungkin sudah sering diceritakan, terutama saat menjelang Hari Raya Idul Adha. Ya, kisah kedua orang Nabi Allah ini memang menginspirasi kita bagaimana menunjukkan keimanan serta ketakwaan terhadap Allah Ta’ala.

Istri Nabi Ibrahim yaitu Sarah tidak bisa memiliki keturunan, sedangkan Nabi Ibrahim menginginkan sekali memiliki anak. Sarah pun memberikan budak yang bernama Hajar untuk Ibrahim agar bisa memiliki anak.

Kisah Nabi IbrahimDari situlah lahir Nabi Ismail. Ketika Ismail sudah lahir, Allah Ta’ala pun memerintahkan agar Ibrahim membawa Ismail dan Hajar ke Mekkah. Ketika Ibrahim ingin meninggalkan, Hajar menanyakan apakah tega meninggalkan mereka berdua di lembah yang tidak ada manusia dan tak ada apapun itu. Namun karena mengetahui bahwa hal itu berdasar pada perintah Allah, maka Hajar pun yakin bahwa Allah tidak akan menelantarkan mereka.

Setelah jauh dan tak terlihat, Nabi Ibrahim pun berdoa kepada Allah seperti yang tersebut pada Alquran Surah Ibrahim : 37

“Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati. Ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezekilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.” (QS. Ibrahim: 37)

Allah pun menguji Hajar dan Ismail di lembah tersebut yang tanpa seorang pun mereka temui. Persediaan air mereka sudah habis, dan kehausan. Hajar sampai mendatangi bukit Shafa berharap melihat orang dari sana. Diceritakan bahwa Hajar sampai melewati bukit Shafa dan Marwah sampai tujuh kali untuk melihat apakah ada orang disana.

Ketika berada di bukit Marwah, Malaikat Jibril memberikan air dengan cara mengais dengan sayapnya sehingga air memancar, dan mengatakan agar Hajar tidak perlu takut karena disitu adalah rumah Allah, yang akan dibangun oleh anaknya Ismail dan juga Ibrahim.

Setelah melewati ujian tersebut, suatu ketika ada suku Jurhum yang berjalan melewati wilayah tersebut. Mereka akhirnya tinggal bersama-sama di wilaya itu bersama Hajar dan Ismail. Ismail kecil pun mulai tumbuh dengan didikan yang baik oleh Hajar, serta berbahasa Arab belajar dari Suku Juhum.

Kemudian, suatu waktu Nabi Ibrahim mengunjungi Nabi Ismail. Namun setelah bertemu, Ibrahim justru mendapatkan mimpi, bahwa ia (Ibrahim) menyembelih anaknya. Nabi Ibrahim pun menyadari bahwa mimpi itu adalah perintah dari Allah (mimpinya para nabi adalah benar). Kemudian Nabi Ibrahim pun membicarakan perihal tersebut kepada Nabi Ismail.

“Wahai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu!” Ismail menjawab, “Wahai ayahku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.” (QS. Ash Shaaffaat: 102)

Begitulah Nabi Ismail ridho jika hal yang disampaikan ayahnya adalah perintah dari Allah. Nabi Ibrahim pun melaksanakan perintah Allah dengan membawa Nabi Ismail ke Mina, dan menutup muka Nabi Ismail dengan kain agar tidak melihat wajahnya. Ketika keduanya sudah memasrahkan perihal tersebut kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, Allah pun berfirman :

“Wahai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu. Sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata.” (QS. Ash Shaafffat: 104-106)

Kemudian Malaikat Jibril datang membawa kambing yang besar. Kambing itulah yang akhirnya disembelih sebagai pengganti Nabi Ismail. Itulah awal mula Sunnah berkurban di Hari Raya Idul Adha.

Cerita tentang Istri Nabi Ismail

Nabi Ismail semakin dewasa, kemudian ia (Ismail) menikah dengan seorang wanita yang bertempat tinggal di sekitar sumur Zamzam. Ibu Nabi Ismail, Hajar pun tak lama kemudian meninggal dunia.

Suatau ketika, Nabi Ibrahim mendatangi rumah Nabi Ismail, namun tidak mendapati anaknya tersebut dirumah. Maka Nabi Ibrahmi pun bertanya kepada istrinya kemanakah Ismail? Kemudian istri Ismail menjawab “ Dia sedang pergi mencari nafkah untuk kami”. Ketika ditanyakan bagaimanakah kehidupan dia bersama Ismail, Istri Nabi Ismail pun menjawab betapa susah hidup mereka, dan penuh dengan penderitaan yang berat. Kemudian Nabi Ibrahim memberi pesan agar Ismail mengubah palang pintu yang ada dirumahnya.

Ketika Nabi Ismail kembali, kemudian menanyakan kepada istrinya apakah ada orang yang datang? Sang istri pun menjawab ada yang datang dan bertanya tentang Ismail juga kehidupan mereka. Istrinya pun mengatakan bahwa ia telah menceritakan bahwa hidup mereka dalam kondisi yang kepayahan. Nabi Ismail pun bertanya adakah pesan dari orang tersebut? Sang istri mengatakan bahwa orang tersebut menyampaikan agar Ismail mengubah palang pintu rumahnya.

Nabi Ismail pun mengatakan “Dialah ayahku, dan dia telah memerintahkan aku agar menceraikanmu, maka kembalilah ke keluargamu”.

Kemudian, Nabi Ismail menikah lagi dengan penduduk sekitar wilayah itu. Suata waktu Nabi Ibrahim kembali datang, dan menyanyakan hal serupa seperti yang ditanyakan kepada istri Nabi Ismail terdahulu. Namun kali ini, istrinya menjawab kehidupan mereka baik dan cukup. Makanan mereka daging dan minuman mereka air. Kemudian Nabi Ibrahim pun mendoakan agar Allah memberkahi mereka dalam daging dan air yang mereka miliki. Nabi Ibrahim pun berpesan kepada istri Nabi Ismail, agar menyampaikan kepada Ismail, salam untuknya dan memerintah agar memperkokoh palang pintunya.

Nabi Ismail pulang dan menanyakan kepada sang istri, kemudian menjelaskan bahwa, dialah ayah Nabi Ismail dan menginginkan agar Ismail mempertahankan istrinya.

Pembangunan Ka’bah

Kemudian tibalah saatnya perintah Allah kepada Nabi Ibrahim agar membangun rumah Allah di wilayah tersebut. Nabi Ibrahim  pun menuturkan perintah tersebut kepada Nabi Ismail. Nabi Ismail pun mau membantu Nabi Ibrahim dalam melaksanakan perintah Allah tersebut.

Di tempat yang lebih tinggi dari sekelilingnya, dibangunlah pondasi Baitullah oleh Nabi Ibrahim dan Ismail. Nabi Ismail bekerja dengan mengumpulkan dan mengangkut batu-batu sedangkan Nabi Ibrahim menyusun bangunan tersebut.

Mereka pun bekerja sambil berdoa kepada Allah Ta’ala :

“Wahai Tuhan kami, terimalah (amal) dari kami sesunggunya Engkau Maha Mendengar dan Maha Mengetahui.” Keduanya terus saja membangun hingga mengelilingi Baitullah dan keduanya terus membaca doa, “Wahai Tuhan kami, terimalah (amal) dari kami sesungguhnya Engkau Maha Mendengar dan Maha Mengetahui.” (QS. Al Baqarah: 127).

Setelah pembangunan Ka’bah itu selesai, keduanya pun kembali berdoa kepada Allah Ta’ala :

“Ya Tuhan Kami terimalah dari kami (amalan kami), sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui–Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) di antara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadah haji Kami, dan terimalah tobat kami. Sesungguhnya Engkau Yang Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Baqarah: 127-128)

Nabi Ismail diangkat menjadi rasul untuk orang-orang di sekitar sumur Zamzam, Suku Jurhum, penduduk Yaman, dan ‘Amaliq.

“Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang kemudiannya, dan Kami telah memberikan wahyu (pula) kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Ya’qub dan anak cucunya, Isa, Ayyub, Yunus, Harun dan Sulaiman. Dan Kami berikan Zabur kepada Dawud.” (QS. An Nisaa’: 163)

Nabi Ismail menjadi nenek moyang bagi bangsa Arab, dan ia (Ismail) adalah orang pertama yang memanah. Seperti yang tersebut pada sebuah hadits bahwa Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wa Salam pernah berkata :

“Panahlah wahai keturunan Ismail, karena nenek moyangmu adalah seorang pemanah.” (HR. Bukhari)

Pelajaran dari Kisah Nabi Ibrahim dan Ismail

Lagi-lagi, ternyata orang-orang pilihan Allah pun mendapat ujian yang berat. Bagaimana ketakwaan Nabi Ibrahim dan Ismail untuk melaksanakan perintah Allah Subhanahu Wa Ta’ala, bahkan ketika harus mengorbankan apa yang paling dicintainya. Bisakah kita mengutamakan Allah diatas kepentingan golongan dan pribadi kita? Mungkin bahkan kita seringkali lupa dengan Allah Ta’ala, dan hanya ingat ketika merasa susah dan tidak ada bantuan dari siapa-siapa.

Semoga kita bisa istiqomah dalam menjalankan Islam, agar bukan hanya KTP dan di mulut saja. Namun terlebih dalam aplikasi kehidupan sehari-hari, menunjukan bahwa Islam adalah rahmatallil ‘alamiin yang menyejukan, mendamaikan, dan membahagiakan. Semoga Allah meridhoi..Aamiin Ya Rabbal ‘Alamiin.

Diadaptasi dan ditulis kembali dari KisahMuslim.com

Tentang Komentar Kawan Semua:

Lebaran Api Media Indonesia (LAMI), Inc & Lebaran.com ("KAMI") sangat senang Kawan ("Anda" "Kawan") memberikan komentar di situs Lebaran.com. Tetapi, kembali Kami harus memberikan peraturan-peraturan utk keamanan dan kenyamanan Anda sehingga bisa menikmati situs Lebaran.com dengan baik dan benar.


Peraturan utk berkomentar sesuai dengan "Syarat & Kondisi" yang ada di halaman Syarat & Kondisi. (Kami sangat mengharapkan Kawan membacanya terlebih dahulu, jika Kawan memutuskan utk tidak membacanya, Kami menganggap secara langsung dan tidak langsung Kawan setuju dengan "Syarat & Kondisi" tersebut.)


Jika Kawan memberikan komentar, peraturan diatas berlaku secara langsung. Terima kasih.


Kami tunggu komentar-komentar dari Kawan semua! Selamat Berkomentar!

Kumpulan Artikel Kisah & Sejarah

  • 1
  • 2
  • 3
Prev Selanjutnya
Haji, Riwayatnya Dulu

Haji, Riwayatnya Dulu

Lebaran.com -  Tatkala Nabi Ibrahim ‘alaihissalam selesai me...

Generasi Triple ‘X’ – Virus “Pornografi”

Generasi Triple ‘X’ – Virus “Pornografi”

Lebaran.com - Gaul, trendy, eksis dan melek teknologi. Itula...

Sosok :  N.A. Muslimah Hafsari Hamid binti K.A.Hamid

Sosok : N.A. Muslimah Hafsari Hamid binti K.A.Hamid

Lebaran.com - Ibu Muslimah Hafsari, atau yang akrab disapa d...

Kumpulan Artikel Idul Adha 1434 H

  • 1
  • 2
  • 3
Cukup Haji Sekali Saja

Cukup Haji Sekali Saja

Lebaran.com – Memang tidak ada larangan untuk melaksanakan i...

Lantai Dua Masjidil Haram Sudah Digunakan Untuk Tawaf

Lantai Dua Masjidil Haram Sudah Digunakan Untuk Tawaf

Lebaran.com – Sebentar lagi akan datang waktu puncak ibadah ...

Jamuan Makan (Walimatussafar) Sebelum dan Sesudah Berangkat Haji

Jamuan Makan (Walimatussafar) Sebelum dan Sesudah Beran…

Lebaran.com – Terutama di pedesaan, akan banyak kita jumpai ...

Kumpulan Berita Terbaru 2013

  • 1
  • 2
  • 3
It’s about lebaran.com

It’s about lebaran.com

lebaran.com is a unique interesting website to visit especia...

Lebaran in Indonesia

Lebaran in Indonesia

Lebaran.com - For Muslim around the world, Eid al-Fitr is an...

Transplantasi Negatif, Apa Itu? Pornografi?

Transplantasi Negatif, Apa Itu? Pornografi?

Lebaran.com - Wow, mendengar kata transplantasi, tentu kita ...

Kumpulan Artikel Tahun Baru Islam

  • 1
  • 2
  • 3
Meski Terjadi Kemelut, Kirab 1 Suro Keraton Solo Dijamin Aman

Meski Terjadi Kemelut, Kirab 1 Suro Keraton Solo Dijami…

Lebaran.com – Salah satu tradisi yang terkenal di Indonesia ...

Open Day di California Amerika Serikat Membawa Pemahaman Baru Tentang Islam

Open Day di California Amerika Serikat Membawa Pemahama…

Lebaran.com – Islam masih dianggap sebagai biang kerok atas ...

Benarkah Paul Pogba, Sang Gelandang Juventus Itu Seorang Muslim?

Benarkah Paul Pogba, Sang Gelandang Juventus Itu Seoran…

Lebaran.com – Pemain sepak bola Muslim memang selalu menjadi...

Facebook

Berita Lebaran Dari Media Yang Lain

Berita Lebaran Dari Media Yang Lain

Assalamualaikum Wr. Wb,

Mari yuk berkunjung ke Pasar di Lebaran.com,
Klik langsung saja >>> WWW.PASAR.LEBARAN.COM <<<

Pasar Lebaran.com adalah Situs pasang iklan GRATIS dari Lebaran.com.
Kawan bisa menjual dan membeli barang di Pasar Lebaran.com dengan mudah.
Yuk coba, langsung. Terima kasih!

Wa'alaikumsalam Wr Wb,

Pasukan Pasar Lebaran.com