29 Dhu al-Qi'dah 1438 / Selasa, 22 Agustus 2017 / سه شنبه, ۳۱ مرداد ۱۳۹۶

Fakta Unik Seputar KH. Saifuddin Zuhri

  • Written by  Kartika Pemilia | Penulis dapat dikontak di [email protected]
Fakta Unik Seputar KH. Saifuddin Zuhri | http://www.nu.or.id Fakta Unik Seputar KH. Saifuddin Zuhri | http://www.nu.or.id

Lebaran.com - Ada cerita menarik ketika KH. Saifuddin Zuhri berkeliling Jawa Tengah untuk mengumpulkan uang biaya NTR (Nikah, Talak, Rujuk) untuk disetorkan kepada kantor pusat di Yogyakarta. Karena lama tidak diambil, uang setoran itu menumpuk sampai tiga karung besar. Bersama tiga orang pembantunya, ia memanggul karung beras tersebut naik-turun gunung dan keluar-masuk hutan.

 Ketika bertemu dengan atasannya di Desa Brosot, pinggiran Yogyakarta, KH. Saifuddin Zuhri menyerahkan uang tersebut. Setelah dihitung-hitung, ternyata jumlahnya sama persis dengan catatan NTR.

“Mengapa sampeyan tidak mengambil sedikit untuk biaya makan di perjalanan? Sebagai pejabat berwenang, sampeyan berhak, asal ada catatannya,” kata atasan KH. Saifuddin Zuhri heran.

“Saya enggak berani. Ini uang negara, saya bisa kualat kalau memakannya,” jawab Saifuddin.

 “Wah, sampeyan ini wali...,” kata sang atasan lagi sambil tersenyum.

 Usai perang kemerdekaan, Saifuddin Zuhri hijrah ke Semarang untk memimpin kantornya, sambil terus menulis. Pada tahun 1962 ia diminta oleh Presiden Soekarno untuk menjadi menteri agama. namun KH. Saifuddin Zuhri tidak serta-merta menerimanya. Ia segera sowan kepada beberapa ulama sepuh NU dan kepada yang akan digantikannya, KH. Wahib Wahab, putra KH. Abdul Wahab Hasbullah, yang sangat dihormatinya.

 Ternyata seluruh tokoh mendukungnya, termasuk KH. Idham Chalid, ketua PBNU saat itu. KH. Idham Chalid menegaskan kepadanya, “Jangan berpikir apa manfaatnya kamu menjadi menteri, melainkan apa mudharat-nya bila kamu menolak jabatan itu.”

 Pada tanggal 2 Maret 1962, KH. Saifuddin Zuhri dilantik menjadi Menteri Agama RI, yang dijabatnya hingga 1967.

 Saifuddin Zuhri adalah putra kedua dari delapan bersaudara pasangan petani Muhammad Zuhri dan perajin batik Siti Saudatun. Ia lahir pada 1 Oktober 1919 di Sokaraja, Banyumas, Jawa Tengah. Ia dikarunia sepuluh anak dari pernikahannya dengan Solichah.

 Ketika masih kecil, ia bercita-cita menjadi pelayan toko agar bisa membantu perekonomian keluarganya. Tenyata hal itu membuat ayahnya gusar. “Anak dididik baik-baik kok pengin jadi pelayan toko,” kata ayahnya.

 Padahal, munculnya ide itu hanya didasarkan pada keinginannya untuk mencukupi kebutuhannya sebagai santri yang tinggal jauh dari orang tua. Menyadari kemampuannya menulis, Saifuddin kemudian memaksimalkannya. Maka jadilah ia wartawan koran Jakarta, Pemandangan, dan koran Solo, Darmokondo.

 Dengan penghasilannya sebagai wartawan, ia dapat meneruskan sekolahnya di Mambaul ‘Ulum (MU) hingga kelas terakhir. Namun, dua sasaran rupanya tidak dapat diraih secara bersamaan. Dengan alasan waktu sekolah dan bekerja yang bersamaan, akhirnya ia keluar dari MU, pindah ke Madrasah Salafiyyah Kamsaren dan akhirnya mantap di Madrasah al-Islam, sehingga memberinya kesempatan sekolah sambil bekerja.

 Selain faktor penghasilan, profesi wartawan juga membuka akses baginya untuk berkenalan dengan tokoh-tokoh berbagai bidang, seperti Wapres Mohammad Hatta, Perdana Menteri Sukiman, Mr. Sartono, budayawan Mohammad Yamin, Menteri Pertahanan Iwa Kusuma Sumantri, Dr. AK. Gani, dan lain-lain. Pada gilirannya, profesi tersebut semakin memupuk bakatnya sebagai penulis, pejuang agama, dan politikus.

 Seiring dengan menyebarnya tulisannya di mana-mana, kariernya pun menanjak, hingga ujung-ujungnya ia menjadi pemimpin umum/redaksi koran Duta Masyarakat, media cetak milik NU.

 Sampai akhir hayatnya, KH. Saifuddin Zuhri meninggalkan berbagai tulisan yang tersebar di mana-mana dengan berbagai topik, baik yang aktual maupun sejarah, dan sebelas judul buku. Buku-buku hasil karangannya antara lain Palestina dari Zaman ke Zaman (1947, ketika ia berumur 28 tahun), Agama Unsur Mutlak dalam Nation Building (1965), KH. Abdulwahab Hasbullah Bapak dan Pendiri NU (1972), Guruku Orang-orang dari Pesantren (1974), Sejarah Kebangkitan Islam dan Perkembangan di Indonesia (1979), Kaleidoskop Politik Indonesia, merupakan kumpulan tulisan di beberapa koran (1981, tiga jilid). Buku terakhirnya adalah Berangkat dari Pesantren (1987).

 Tokoh besar yang bersahaja ini wafat pada tanggal 25 Februari 1986 dalam usia 67 tahun. Ia tidak mau dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, sehingga keluarganya memakamkannya di TPU Tanah Kusir, komplek pemakaman untuk orang biasa.


Dari berbagai sumber

Kumpulan Artikel Kisah & Sejarah

  • 1
  • 2
  • 3
Prev Selanjutnya
Haji, Riwayatnya Dulu

Haji, Riwayatnya Dulu

Lebaran.com -  Tatkala Nabi Ibrahim ‘alaihissalam selesai me...

Generasi Triple ‘X’ – Virus “Pornografi”

Generasi Triple ‘X’ – Virus “Pornografi”

Lebaran.com - Gaul, trendy, eksis dan melek teknologi. Itula...

Sosok :  N.A. Muslimah Hafsari Hamid binti K.A.Hamid

Sosok : N.A. Muslimah Hafsari Hamid binti K.A.Hamid

Lebaran.com - Ibu Muslimah Hafsari, atau yang akrab disapa d...

Kumpulan Artikel Idul Adha 1434 H

  • 1
  • 2
  • 3
Cukup Haji Sekali Saja

Cukup Haji Sekali Saja

Lebaran.com – Memang tidak ada larangan untuk melaksanakan i...

Lantai Dua Masjidil Haram Sudah Digunakan Untuk Tawaf

Lantai Dua Masjidil Haram Sudah Digunakan Untuk Tawaf

Lebaran.com – Sebentar lagi akan datang waktu puncak ibadah ...

Jamuan Makan (Walimatussafar) Sebelum dan Sesudah Berangkat Haji

Jamuan Makan (Walimatussafar) Sebelum dan Sesudah Beran…

Lebaran.com – Terutama di pedesaan, akan banyak kita jumpai ...

Kumpulan Berita Terbaru 2013

  • 1
  • 2
  • 3
It’s about lebaran.com

It’s about lebaran.com

lebaran.com is a unique interesting website to visit especia...

Lebaran in Indonesia

Lebaran in Indonesia

Lebaran.com - For Muslim around the world, Eid al-Fitr is an...

Transplantasi Negatif, Apa Itu? Pornografi?

Transplantasi Negatif, Apa Itu? Pornografi?

Lebaran.com - Wow, mendengar kata transplantasi, tentu kita ...

Kumpulan Artikel Tahun Baru Islam

  • 1
  • 2
  • 3
Meski Terjadi Kemelut, Kirab 1 Suro Keraton Solo Dijamin Aman

Meski Terjadi Kemelut, Kirab 1 Suro Keraton Solo Dijami…

Lebaran.com – Salah satu tradisi yang terkenal di Indonesia ...

Open Day di California Amerika Serikat Membawa Pemahaman Baru Tentang Islam

Open Day di California Amerika Serikat Membawa Pemahama…

Lebaran.com – Islam masih dianggap sebagai biang kerok atas ...

Benarkah Paul Pogba, Sang Gelandang Juventus Itu Seorang Muslim?

Benarkah Paul Pogba, Sang Gelandang Juventus Itu Seoran…

Lebaran.com – Pemain sepak bola Muslim memang selalu menjadi...

Facebook

Berita Lebaran Dari Media Yang Lain

Berita Lebaran Dari Media Yang Lain

Assalamualaikum Wr. Wb,

Mari yuk berkunjung ke Pasar di Lebaran.com,
Klik langsung saja >>> WWW.PASAR.LEBARAN.COM <<<

Pasar Lebaran.com adalah Situs pasang iklan GRATIS dari Lebaran.com.
Kawan bisa menjual dan membeli barang di Pasar Lebaran.com dengan mudah.
Yuk coba, langsung. Terima kasih!

Wa'alaikumsalam Wr Wb,

Pasukan Pasar Lebaran.com