30 Dhu al-Qi'dah 1438 / Rabu, 23 Agustus 2017 / چهارشنبه, ۰۱ شهریور ۱۳۹۶

Kisah Nabi Yusuf ‘Alaihissalam, Sang Pria Idaman Sejati

Sumber Gambar: Google | Gambar bisa saja memiliki hak cipta Sumber Gambar: Google | Gambar bisa saja memiliki hak cipta

Lebaran.com – Cerita tentang Nabi Yusuf mungkin saat ini sudah tak begitu populer di kalangan remaja muslim. Sepertinya, lebih banyak yang hafal alur sinetron, kartun, atau film favorit ketimbang kisah-kisah yang dulu sering diceritakan orang tua atau melalui guru ngaji.

Nabi Yusuf merupakan salah satu dari 25 Nabi yang mulia, dengan kisah pilu dan penuh pelajaran yang dapat kita ambil didalamnya.

Nabi Yusuf Kecil

Nabi Yusuf adalah anak dari Nabi Ya’qub ‘Alaihissalam. Suatu malam, Yusuf kecil bermimpi yaitu melihat sebelas bintang, matahari, dan bulan bersujud kepadanya. Kemudian diceritakan mimpi tersebut kepada sang ayah. Nabi Ya’qub pun menyampaikan takwil dari mimpi tersebut bahwa Yusuf akan mengalami urusan yang besar. Sang ayah juga mengingatkan agar tidak memberitahukan perihal mimpi tersebut kepada saudara-saudaranya yang berjumlah 11 orang.

“(Ingatlah), ketika Yusuf berkata kepada ayahnya : “Wahai ayahku, sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas bintang, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku”

“Ayah berkata : “Hai anakku, janganlah kamu ceritakan mimpimu itu kepada saudara-saudaramu, maka mereka membuat makar (untuk membinasakan)mu. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia” (QS. 12 : 4 – 5)

Yusuf adalah putra yang sangat disayang oleh Nabi Ya’qub sehingga hal tersebut membuat iri para saudaranya yang lain. Terutama setelah ibu kandung Nabi Yusuf yaitu Rahil, meninggal pada saat Nabi Yusuf ‘Alaihissalam berusia 12 tahun.

Saudara-saudara Yusuf pun merencanakan sesuatu yang jahat untuk menyingkirkan Yusuf, agar perhatian sang ayah hanya tertuju untuk mereka. Mereka kemudian bersiasat dan membujuk sang ayah agar mengizinkan Yusuf pergi bersama mereka. Mereka pun meyakinkan kekhawatiran Nabi Ya’qub sang ayah, sehingga akhirnya Nabi Ya’qub mengizinkan Yusuf untuk pergi bersama mereka.

“Jika ia benar-benar dimakan serigala, sedang kami golongan (yang kuat), sesungguhnya kami kalau demikian adalah orang-orang yang rugi.” (QS. Yusuf: 11-14)

Sumber Gambar: http://3.bp.blogspot.com/ | Gambar bisa saja memiliki hak ciptaSetelah berhasil membawa Yusuf untuk menggembala kambing bersama-sama, saudara-saudara Nabi Yusuf melaksanakan rencana kejahatan mereka. Sebelumnya, mereka berniat untuk membunuh Yusuf dan kemudian bertaubat, namun salah seorang diantara mereka mengusulkan agar dibuang ke sumur saja.

Para saudara Nabi Yusuf pun membuat tipu daya, dengan melepaskan pakaian Nabi Yusuf, dan membuang Nabi Yusuf kedalam sumur. Pakaian itu digunakan sebagai alat tipu daya kepada sang ayah. Mereka mengatakan bahwa Yusuf dimakan serigala. Mereka pun melumuri baju Yusuf dengan darah kambing segar.

Namun, Nabi Ya’qub melihat keganjilan yaitu baju yang diserahkan dalam keadaan baik, tidak robek seperti tercabik-cabik.

Kemudian Nabi Ya’qub pun berkata :

“Sebenarnya dirimu sendirilah yang memandang baik perbuatan (yang buruk) itu; maka kesabaran yang baik Itulah (kesabaranku). Dan Allah sajalah yang dimohon pertolongan-Nya terhadap apa yang kamu ceritakan.” (QS. Yusuf: 18).

Nabi Yusuf Beranjak Dewasa

Saat berada dalam sumur, Nabi Yusuf kemudian ditemukan oleh kafilah yang akan menuju Mesir. Kemudian kafilah tersebut menjual Yusuf kepada Al’Aziz, sang penguasa setempat dengan harga murah. Al ‘Aziz pun membawa Yusuf yang masih kecil, dan menyuruh istrinya agar merawat dan memperlakukan Yusuf dengan baik.

Yusuf kecil pun beranjak dewasa dan menjadi pemuda yang sangat tampan. Jika di era sekarang ini ada Omar Borkan Al Gala yang sempat menghebohkan media online, mungkin ketampanan Omar hanya beberapa persen dari ketampanan Nabi Yusuf (Wallahu a’lam). Istri Al ‘Azis yang bernama Zulaiha pun tergoda oleh ketampanan Yusuf.

Ketika suatu hari Al-‘Aziz pergi dari istana, sang istri memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menggoda Yusuf. Berdandan dengan pakaian terbaik, mengunci pintu, dan mengajak Nabi Yusuf melakukan perbuatan keji di kamarnya. Nabi Yusuf menolak dan berkata :

“Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah memperlakukan aku dengan baik. Sesungguhnya orang-orang yang zalim tidak akan beruntung.” (QS. Yusuf: 23)

Nabi Yusuf ingin keluar dari jeratan wanita yang sudah dikuasai hawa nafsu tersebut. Namun Zulaiha menahannya dari belakang, hingga gamis yang dipakai Nabi Yusuf pun robek. Tak disangka, Al ‘Aziz pun pulang. Istrinya yaitu Zulaiha pun kembali membuat tipu daya dan mengkambing hitamkan Yusuf atas kejadian tersebut.

“Apakah pembalasan terhadap orang yang bermaksud berbuat serong dengan istrimu, selain dipenjarakan atau (dihukum) dengan azab yang pedih?” (QS. Yusuf: 25)

Nabi Yusuf pun mengungkapkan kebenaran, bahwa Zulaiha lah yang merayu dirinya. Kemudian Al ‘Aziz meminta pendapat kepada salah satu keluarga. Kemudian salah satu anggota keluarga tersebut mengatakan :

“Lihatlah! Jika baju gamisnya koyak di depan, maka wanita itu benar dan Yusuf termasuk orang-orang yang dusta.– Dan jika baju gamisnya koyak di belakang, maka wanita Itulah yang dusta, dan Yusuf termasuk orang-orang yang benar.” (QS. Yusuf: 26-27)

Al-‘Aziz pun menuruti nasehat keluarga tersebut dan melihat bahwa gamis Nabi Yusuf sobek di bagian belakang, seraya ia berkata :

“Sesungguhnya (kejadian) itu adalah di antara tipu daya kamu, sesungguhnya tipu daya kamu adalah besar.” (QS. Yusuf: 28)

Al-‘Aziz kemudian meminta Yusuf membiarkan masalah tersebut, dan merahasiakannya. Sedangkan beliau juga meminta agar istrinya bertaubat.

Nabi Yusuf Dipenjara

Setelah kejadian rayuan dari istri Al-‘Aziz, ternyata berita tersebut tidak dapat ditutup begitu rapatnya hingga tersebar di wilayah istana. Para wanita di kota pun menggunjing Zulaiha yang merayu pelayannya sendiri.

Karena ingin membuktikan ketampanan Yusuf mampu menggodanya, maka Zulaiha mengundang para wanita kota menghadiri jamuan istimewa. Masing-masing wanita kota tersebut diberi sebuah pisau dan buah, kemudian istri Al-‘Aziz tersebut meminta Yusuf keluar.

Ketika Nabi Yusuf keluar, para wanita tersebut secara tak sadar telah melukai tangan mereka sendiri karena terpesona dengan ketampanan yang dimiliki Yusuf. Istri Al-‘Aziz pun berkata :

“Itulah orang yang kamu cela aku karena (tertarik) kepadanya, dan sesungguhnya aku telah menggodanya untuk menundukkan dirinya (kepadaku) akan tetapi dia menolak. Dan sesungguhnya jika dia tidak menaati apa yang aku perintahkan kepadanya, niscaya dia akan dipenjarakan dan dia akan termasuk orang-orang yang hina.” (QS. Yusuf: 32)

Nabi Yusuf pun kemudian berdoa yang tersebut dalam Al-Qur’an Surah Yusuf ayat 33. Bahwa Beliau lebih memilih dipenjara, daripada memenuhi ajakan mereka.

“Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku. Dan jika tidak Engkau hindarkan dariku tipu daya mereka, tentu aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentulah aku termasuk orang-orang yang bodoh.” (QS. Yusuf: 33)

Disini kita melihat ketakutan Nabi Yusuf ‘Alaihissalam kalau-kalau Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak menghindarkan, maka Nabi cenderung memenuhi keinginan mereka, dan termasuk orang yang bodoh. Seorang Yusuf pun masih merasakan hal tersebut, meminta perlindungan dari Allah Ta’ala agar terhindar karena takut justru menuruti hawa nafsu. Semoga kita bisa belajar dari penggalan kisah ini, bahwa senantiasa perlindungan Allah yang akan menghindarkan kita dari segala sesuatu yang buruk. Aamiin

Singkatnya, Nabi Yusuf pun kemudian dipenjara untuk sementara berdasarkan pandangan pihak berwenang setempat melihat kecintaan kaum wanita terhadap Yusuf.

Pada saat dipenjara, ada dua orang pelayan yang menceritakan mimpinya kepada Nabi Yusuf dan meminta takwilnya kepada Yusuf. Kemudian Nabi Yusuf menakwil mimpi kedua pelayan tersebut dan mengajak mereka untuk beriman. Mimpi pelayan tersebut, dicantumkan dalam Al-Qur’an (QS. Yusuf : 36). Nabi Yusuf pun memberi pesan kepada pelayan agar menyampaikan kepada raja agar Yusuf dimaafkan, karena bukan karena kesalahan ia dipenjara.

Nabi Yusuf Bebas dan Menjadi Pejabat

Suatu ketika, raja bermimpi tentang 7 ekor sapi yang gemuk, dimakan 7 ekor sapi yang kurus. Dan 7 bulir gandum yang hijau, dan 7 lainnya kering. Raja pun mengumpulkan para pemuka dan meminta takwil mimpi tersebut. Namun semua pemuka tidak ada yang sanggup menakwilkan mimpi tersebut. Mereka pun berusaha menenangkan raja dan berkata :

“Itu adalah mimpi-mimpi yang kosong dan kami sekali-kali tidak tahu mentakwikan mimpi itu.” (QS. Yusuf: 44)

Si pelayan yang dulu berada di penjara, baru teringat akan Nabi Yusuf yang secara tepat menakwilkan mimpinya dan temannya. Akhirnya Nabi Yusuf pun menakwil mimpi tersebut beserta solusinya, yaitu bahwa sapi gemuk dan 7 bulir gandum tersebut berarti 7 tahun dimana pada tahun-tahun tersebut penuh dengan keberkahan dan kebaikan. Solusi yang disarankan Nabi Yusuf adalah menyimpan hasil tersebut untuk menghadapi kemarau hingga Allah membukakan pintu kelapangan kembali.

Raja pun gembira mendengar takwil mimpi tersebut, dan bertanya kepada pelayan siapakah gerangan yang menakwil mimpi itu. Ketika sang pelayan menjawab bahwa Yusuf lah yang menakwil mimpi, maka raja meminta agar Yusuf dihadirkan kepadanya. Namun Nabi Yusuf menolak kecuali sudah dibersihkan namanya, agar raja mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.

Kemudian raja pun menanyakan kepada istri Al-‘Aziz dan para wanita kota melalui utusannya, mereka mengakui kesalahan dan mengakui bahwa Yusuf tidaklah bersalah, tidak ada keburukan padanya.

Akhirnya nama Nabi Yusuf pun bersih di hadapan masyarakat Mesir. Untuk memuliakan nabi Yusuf, Raja menawarkan jabatan. Nabi Yusuf pun kemudian berkata :

“Jadikanlah aku bendaharawan negeri Mesir. Sesungguhnya aku orang yang pandai menjaga dan berpengetahuan.” (QS. Yusuf: 55)

Pertemuan dengan saudara yang membuang Nabi Yusuf

Sumber Gambar: Google | Gambar bisa saja memiliki hak ciptaMimpi raja yang ditakwilkan Nabi Yusuf pun menjadi kenyataan. Masa kesulitan pangan atau paceklik pun tiba setelah kesuburan selama 7 tahun. Sebagai orang penting di wilayah tersebut, maka Nabi Yusuf pun turut bertanggung jawab untuk membantu masyarakat yang kekurangan pangan. Bahkan, paceklik itupun tak hanya terjadi di Mesir, namun negeri yang menjadi tempat tinggal ayah dan saudara-saudara nabi Yusuf pun mengalami hal serupa.

Singkatnya, saudara-saudara Nabi Yusuf pun datang ke Mesir untuk mencari bahan pangan. Nabi Yusuf ternyata masih mengenali kesemua saudara yang pernah membuangnya waktu kecil, namun saudara-saudaranya tidak ada yang mengenali Nabi Yusuf.

Saudara-saudara Nabi Yusuf membawa 11 unta, sedangkan mereka berjumlah 10 orang. Satu unta yang lain adalah milik saudara mereka satu lagi yaitu Bunyamin. Karena Nabi Ya’qub sangat mencintai Bunyamin maka Bunyamin berada dirumah. Sebagai ganti, saudara-saudara Yusuf membawa unta tersebut agar mendapat jatah makanan untuk masing-masing unta.

Ketika itu Nabi Yusuf memberikan keringanan dan diberikanlah makanan untuk sejumlah unta yang mereka bawa yaitu 11 unta. Namun Nabi Yusuf berpesan agar ketika datang lagi, mereka harus membawa Bunyamin untuk mendapatkan makanan.

“Bawalah kepadaku saudaramu yang seayah dengan kamu (Bunyamin), tidakkah kamu melihat bahwa aku menyempurnakan takaran dan aku adalah penerima tamu yang terbaik? Jika kamu tidak membawanya kepadaku, maka kamu tidak akan mendapat takaran lagi dariku dan jangan kamu mendekatiku.” (QS. Yusuf: 59-60)

Saudara-saudara Yusuf pun berjanji untuk membujuk sang ayah, dan membawa Bunyamin. Ketika sampai dirumah, Saudara-saudara Nabi Yusuf pun membuka barang bawaan mereka. Mereka pun terkejut karena tidak saja mendapati bahan pangan, namun juga barang-barang yang digunakan sebagai alat tukar. Kemudian mereka menceritakan kepada sang ayah, bahwa mereka tidak akan mendapat makanan lagi jika tidak diizinkan membawa Bunyamin. Mereka menganggap pejabat yang memberikan makanan sudah tidak mau menukar sehingga barang-barang mereka dikembalikan.

Meski sulit meyakinkinkan Nabi Ya’qub, namun akhirnya Nabi Ya’qub pun memperbolehkan Bunyamin ikut dengan saudara-saudaranya.

Ketika saudara-saudara Nabi Yusuf kembali dengan membawa Bunyamin, Yusuf pun menginginkan agar Bunyamin tetap bersamanya. Sehingga ia memasukan barang kedalam kantong milik Bunyamin. Saudara-saudara Nabi Yusuf pun mengatakan, jika ada yang mencuri diantara mereka, maka orang tersebutlah penebusnya.

Saudara-saudara Yusuf pun kebingungan karena sudah berjanji terhadap ayah mereka akan membawa pulang Bunyamin dengan selamat. Namun Nabi Yusuf tetap terhadap keputusannya, dan kemudian berkata :

“Aku mohon perlindungan kepada Allah dari menahan seorang, kecuali orang yang kami ketemukan harta benda kami padanya, jika kami berbuat demikian, maka kami benar-benar sebagai orang-orang yang zalim.” (QS. Yusuf: 78-79)

Mengetahui anaknya Bunyamin tidak dibawa kembali, Nabi Ya’qub jatuh sakit hingga matanya buta. Namun tak ada putus asa bagi Beliau. Nabi Ya’qub meminta saudara-saudara Yusuf untuk mencari Nabi Yusuf dan juga Bunyamin.

Saudara-saudara Nabi Yusuf pun kembali lagi ke Mesir dengan membawa barang-barang yang kurang berharga, dan meminta pertolongan kepada Nabi Yusuf yang belum diketahui jati dirinya, agar mau bersedekah dengan tukaran barang-barang tersebut.

Disitulah Nabi Yusuf membuka jati dirinya, dengan menanyakan kejelekan apa yang sudah diperbuat saudara-saudara itu kepada Yusuf. Saudara-saudara Nabi Yusuf pun mengakui kesalahan dan meminta maaf. Kemudian mereka juga menyampaikan bahwa ayah sedang sakit dan buta. Nabi Yusuf pun memberikan baju gamisnya, dan dipesankan untuk diletakan ke wajah ayahnya, niscaya ayah mereka akan melihat lagi. Nabi Yusuf juga meminta agar mereka membawa semua keluarga mereka kepadanya.

Setelah saudara-saudara mereka kembali, ternyata benar bahwa Nabi Ya’qub bisa melihat. Bahkan Nabi Ya’qub juga sudah mencium bau Yusuf dari kejauhan. Kemudian Nabi Yaq’ub dan anak-anaknya pergi ke Mesir untuk menghadap Nabi Yusuf. Mereka disambut dengan meriah ketika memasuki kota tersebut. Akhirnya Nabi Yusuf pun kembali bertemu dengan sang ayah, dan berkumpul kembali dengan seluruh keluarganya.

“Wahai ayahku Inilah ta’bir mimpiku yang dahulu itu; sesungguhnya Tuhanku telah menjadikannya suatu kenyataan. dan sesungguhnya Tuhanku telah berbuat baik kepadaku, ketika Dia membebaskan aku dari rumah penjara dan ketika membawa kamu dari dusun padang pasir, setelah setan merusakkan (hubungan) antaraku dan saudara-saudaraku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Lembut terhadap apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dialah yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (QS. Yusuf: 100)

Saat duduk di kursi pemerintahan Mesir, Nabi Yusupun menyeru kebaikan untuk rakyatnya. Sang Nabi pun berdoa sebelum ia sampai pada akhir hayatnya.

”Wahai Tuhanku, sesungguhnya Engkau telah menganugerahkan kepadaku sebagian kekuasaan dan telah mengajarkan kepadaku sebahagian takwil mimpi. (Wahai Tuhan) Pencipta langit dan bumi, Engkaulah pelindungku di dunia dan di akhirat, wafatkanlah aku dalam keadaan muslim dan gabungkanlah aku dengan orang yang saleh.” (QS. Yusuf: 101)

Tamat

Bahkan seorang Nabi yang Mulia, juga menghadapi cobaan yang begitu berat. Dizalimi oleh keluarga sendiri, mendapat fitnah, dan juga dipenjara tanpa kesalahan. Sedangkan kita, hanya bisa mengeluh dan mengeluh ketika sesuatu yang kita anggap tidak baik menimpa terhadap diri kita. Cerita Nabi Yusuf juga mengajarkan, bahwa bersabar bukan hanya saat mendapat cobaan, tapi juga saat mendapat kesenangan. Apalagi bersabar untuk menahan hawa nafsu dari godaan syaitan.

Keberhasilan Nabi Yusuf pun membutuhkan proses yang panjang, melalui pengorbanan, dan juga karena pengetahuannya yang tinggi. Selain itu, para pemimpin negeri ini sebaiknya perlu belajar dari kisah-kisah semacam ini, agar menomorsatukan kepentingan rakyat dibandingkan kepentingan golonganya, apalagi pribadinya semata. Semoga kita sebagai pribadi pun bisa mengambil manfaat dari cerita inii. Bagaimana Nabi Yusuf menghadapi cobaan, bagaimana selalu mengharap perlindungan dari Allah Ta’ala, bagaimana ia berlaku adil dan bijaksana. Aamiin

Nabi Yusuf, seorang pilihan dengan wajah nan rupawan. Penuh kesabaran dan ketabahan tak tergoyahkan. Dengan perisai iman menegakan keadilan. Nabi Yusuf, Dialah sang pria idaman yang sejati.

Dirangkum dari berbagai sumber dan Al-Qur’an

Gambar :

http://3.bp.blogspot.com/_J6gkUpIH2LU/TP0sAG9YWXI/AAAAAAAAAXA/NpKilwTyleA/s1600/gurun-sahara-afrika.jpg

http://external.ak.fbcdn.net/safe_image.php?d=AQDGeKm-67FQ9w7N&url=http%3A%2F%2Farumsekartaji.files.wordpress.com%2F2011%2F03%2Fgurun-sahara-iring2an-onta.jpg

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/5/58/Sunset_2007-1.jpg

Kumpulan Artikel Kisah & Sejarah

  • 1
  • 2
  • 3
Prev Selanjutnya
Haji, Riwayatnya Dulu

Haji, Riwayatnya Dulu

Lebaran.com -  Tatkala Nabi Ibrahim ‘alaihissalam selesai me...

Generasi Triple ‘X’ – Virus “Pornografi”

Generasi Triple ‘X’ – Virus “Pornografi”

Lebaran.com - Gaul, trendy, eksis dan melek teknologi. Itula...

Sosok :  N.A. Muslimah Hafsari Hamid binti K.A.Hamid

Sosok : N.A. Muslimah Hafsari Hamid binti K.A.Hamid

Lebaran.com - Ibu Muslimah Hafsari, atau yang akrab disapa d...

Kumpulan Artikel Idul Adha 1434 H

  • 1
  • 2
  • 3
Cukup Haji Sekali Saja

Cukup Haji Sekali Saja

Lebaran.com – Memang tidak ada larangan untuk melaksanakan i...

Lantai Dua Masjidil Haram Sudah Digunakan Untuk Tawaf

Lantai Dua Masjidil Haram Sudah Digunakan Untuk Tawaf

Lebaran.com – Sebentar lagi akan datang waktu puncak ibadah ...

Jamuan Makan (Walimatussafar) Sebelum dan Sesudah Berangkat Haji

Jamuan Makan (Walimatussafar) Sebelum dan Sesudah Beran…

Lebaran.com – Terutama di pedesaan, akan banyak kita jumpai ...

Kumpulan Berita Terbaru 2013

  • 1
  • 2
  • 3
It’s about lebaran.com

It’s about lebaran.com

lebaran.com is a unique interesting website to visit especia...

Lebaran in Indonesia

Lebaran in Indonesia

Lebaran.com - For Muslim around the world, Eid al-Fitr is an...

Transplantasi Negatif, Apa Itu? Pornografi?

Transplantasi Negatif, Apa Itu? Pornografi?

Lebaran.com - Wow, mendengar kata transplantasi, tentu kita ...

Kumpulan Artikel Tahun Baru Islam

  • 1
  • 2
  • 3
Meski Terjadi Kemelut, Kirab 1 Suro Keraton Solo Dijamin Aman

Meski Terjadi Kemelut, Kirab 1 Suro Keraton Solo Dijami…

Lebaran.com – Salah satu tradisi yang terkenal di Indonesia ...

Open Day di California Amerika Serikat Membawa Pemahaman Baru Tentang Islam

Open Day di California Amerika Serikat Membawa Pemahama…

Lebaran.com – Islam masih dianggap sebagai biang kerok atas ...

Benarkah Paul Pogba, Sang Gelandang Juventus Itu Seorang Muslim?

Benarkah Paul Pogba, Sang Gelandang Juventus Itu Seoran…

Lebaran.com – Pemain sepak bola Muslim memang selalu menjadi...

Facebook

Berita Lebaran Dari Media Yang Lain

Berita Lebaran Dari Media Yang Lain

Assalamualaikum Wr. Wb,

Mari yuk berkunjung ke Pasar di Lebaran.com,
Klik langsung saja >>> WWW.PASAR.LEBARAN.COM <<<

Pasar Lebaran.com adalah Situs pasang iklan GRATIS dari Lebaran.com.
Kawan bisa menjual dan membeli barang di Pasar Lebaran.com dengan mudah.
Yuk coba, langsung. Terima kasih!

Wa'alaikumsalam Wr Wb,

Pasukan Pasar Lebaran.com