06 Shawwal 1439 / Rabu, 20 Juni 2018 / چهارشنبه, ۳۰ خرداد ۱۳۹۷

Belajar dari Kisah Nabi Nuh ‘Alaihissalam

Sumber: Google | Gambar bisa saja memiliki hak cipta Sumber: Google | Gambar bisa saja memiliki hak cipta

Lebaran.com –Nabi Nuh ‘Alaihissalam, adalah salah satu dari 25 Nabi yang wajib kita yakini. Kisah Nabi Nuh ‘Alaihissalam juga tertuang dalam beberapa ayat Al-Qur’an, yang semoga bisa kita jadikan sebuah pelajaran untuk meniti kehidupan kita saat ini.

Alkisah, ada orang-orang saleh yang wafat yaitu bernama Wad, Ya’uq, Nasr, Suwa, dan Yaghuts. Mereka adalah orang –orang yang dicintai masyarakat.

Imam Bukhari meriwayatkan dari hadits Ibnu Juraij dari ‘Atha’ dari Ibnu Abbas tentang firman Allah Ta’ala, “Dan mereka berkata, “Jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) wadd, dan jangan pula suwwa’, yaghuts, ya’uq dan nasr.” Ia (Ibnu Abbas) berkata, “Ini adalah nama-nama orang Saleh dari kaum Nabi Nuh.

Setelah keempat orang saleh tersebut meninggal, Syaitan berhasil menyesatkan kaum tersebut untuk membuat patung atas nama mereka, dan menyembahnya. Maka kesyirikan kaum itu pun semakin menjadi. Akhirnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala menurunkan seorang Rasul untuk kaum tersebut yaitu Nabi Nuh ‘Alaihissalam.

Nabi Nuh berdakwah kepada kaum yang sudah tersesat itu agar kembali menyembah Allah dan meninggalkan sesembahan selain-Nya.

“Wahai kaumku sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan yang berhak disembah bagimu selain Dia. Sesungguhnya (kalau kamu tidak menyembah Allah), aku takut kamu akan ditimpa azab hari yang besar (kiamat).” (QS. Al A’raaf: 59)

Namun diantara kaum Nabi Nuh, hanya orang-orang dari golongan lemah yaitu fakir dan dhu’afa yang menerima dakwah dan mengikuti ajaran Nabi Nuh. Bahkan, istri dan salah satu anak Beliau pun menolak dakwah yang disampaikan Nabi Nuh.

“Kami tidak melihat kamu, melainkan (sebagai) seorang manusia (biasa) seperti kami, dan kami tidak melihat orang-orang yang mengikuti kamu, melainkan orang-orang yang hina dina di antara Kami yang lekas percaya saja, dan kami tidak melihat kamu memiliki sesuatu kelebihan apa pun atas kami, bahkan kami yakin bahwa kamu adalah orang-orang yang dusta.” (QS. Huud: 27)

Bahkan, orang-orang kaya yang menentang Nabi Nuh memerintahkan agar Nabi mengusir orang-orang fakir yang berada bersamanya, agar mereka mau mengikuti ajaran Nabi Nuh. Namun Nabi tak gentar, dan berkata :

“Wahai kaumku! Aku tidak meminta harta benda kepada kamu (sebagai upah) bagi seruanku. Upahku hanyalah dari Allah dan aku sekali-kali tidak akan mengusir orang-orang yang telah beriman. Sesungguhnya mereka akan bertemu dengan Tuhannya, akan tetapi aku memandangmu sebagai suatu kaum yang tidak mengetahui–Dan (Nuh berkata), “Wahai kaumku! Siapakah yang akan menolongku dari (azab) Allah jika aku mengusir mereka. Maka tidakkah kamu mengambil pelajaran?” (QS. Huud: 29-30)

Namun kata-kata Nabi Nuh justru kembali ditentang oleh para kaumnya yang durhaka tersebut dengan mengatakan :

“Sesungguhnya kami melihatmu berada dalam kesesatan yang nyata.” (QS. Al A’raaf: 60)

Nabi Nuh kembali menjawab :

“Wahai kaumku! Tidak ada padaku kesesatan sedikit pun tetapi aku adalah utusan dari Tuhan semesta alam”– “Aku sampaikan kepadamu amanat-amanat Tuhanku, aku memberi nasehat kepadamu,  dan aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ketahui.” (QS. Al A’raaf: 61-62)

Tantangan dari Kaum Nabi Nuh

Nabi Nuh melakukan dakwah terus menerus dalam waktu yang cukup lama, meskipun hanya sedikit sekali orang-orang yang mengikutinya. Bahkan banyak orang yang benar-benar sudah tidak mau mendengarkan perkataan Nabi Nuh. Mereka menutup mata dan telinga mereka ketika Nabi Nuh berdakwah. Sampai-sampai, kaum Nabi Nuh benar-benar melakukan perbuatan yang melewati batas dengan menantang adzab yang disampaikan Nabi.

“Wahai Nuh! Sesungguhnya kamu telah berbantah dengan kami, dan kamu telah memperpanjang bantahanmu terhadap Kami, maka datangkanlah kepada kami azab yang kamu ancamkan kepada Kami, jika kamu termasuk orang-orang yang benar.” (QS. Hud: 32)

Kemudian Nabi Nuh pun menjawab :

“Hanyalah Allah yang akan mendatangkan azab itu kepadamu jika Dia menghendaki, dan kamu sekali-kali tidak dapat melepaskan diri.–Dan tidaklah bermanfaat kepadamu nasihatku jika aku hendak memberi nasihat kepada kamu, sekiranya Allah hendak menyesatkan kamu, Dia adalah Tuhanmu, dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.” (QS. Hud : 33-34)

Meski begitu, tiada keputusasaan dalam diri Nabi Nuh. Beliau tetap melakukan dakwah untuk waktu yang sangat lama yaitu 950 tahun. Meskipun sebagian besar kaum Nabi Nuh benar-benar durhaka dan tidak beriman.

“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, maka ia tinggal di antara mereka seribu tahun kurang lima puluh tahun..” (QS. Al ‘Ankabut: 14)

Aduan Nabi Nuh Kepada Allah

Karena kaum Nabi Nuh hanya beberapa saja yang beriman, maka sang Nabi pun kemudian mengadu kepada Allah seperti yang tersebut dalam surah Al-Qur’an ayat Nuh 5-12.

“Ya Tuhanku sesungguhnya aku telah menyeru kaumku malam dan siang,–Maka seruanku itu hanyalah menambah mereka lari .–Dan sesungguhnya setiap kali aku menyeru mereka  agar Engkau mengampuni mereka, mereka memasukkan anak jari mereka ke dalam telinganya dan menutupi bajunya  dan mereka tetap (di atas sikapnya) dan menyombongkan diri dengan sangat.–Kemudian sesungguhnya aku telah menyeru mereka  dengan cara terang-terangan ,–Kemudian sesungguhnya aku  seru mereka  dengan terang-terangan dan dengan diam-diam,–Maka aku katakan kepada mereka, ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun,–Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat,–Dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan  untukmu sungai-sungai.” (QS. Nuh: 5-12)

“Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorang pun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi.–Sesungguhnya jika Engkau biarkan mereka tinggal, niscaya mereka akan menyesatkan hamba-hamba-Mu, dan mereka tidak akan melahirkan selain anak yang berbuat maksiat lagi sangat kafir.” (QS. Nuh : 26-27)

Bahtera Nabi Nuh

Atas doa yang dipanjatkan Nabi Nuh, Allah pun kemudian memerintahkan agar Nabi Nuh beserta kaumnya yang beriman untuk membuat kapal. Allah memberi pengetahuan kepada Nabi bagaimana membuat kapal tersebut. Kemudian Nabi Nuh dan kaum yang beriman bahu membahu untuk membuat kapal yang diperintahkan Allah Ta’ala itu.

Meskipun banyak caci maki yang datang kepada Nabi Nuh, karena membuat kapal yang begitu besar di tengah gurun yang tak terdapat laut bahkan sungai. Apalagi ketika kaum tersebut mengetahui bahwa kapal besar itu untuk persiapan menghadapi banjir besar yang merupakan azab Allah untuk kaum yang durhaka.

Setelah pembuatan kapal selesai, Nabi Nuh segera mengajak para pengikutnya untuk menaiki kapal serta membawa hewan dan burung setiap pasang. Akhirnya banjir besar itupun datang seperti yang dijanjikan Allah, bahwa dengan KuasaNya, orang-orang kafir dan durhaka tersebut akan mendapatkan azab yang pedih.

“Dengan menyebut nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya. Sesungguhnya Tuhanku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Huud: 41)

Nabi Nuh pun mengajak anaknya yang durhaka untuk ikut bersama kapal tersebut, namun sang anak lebih memilih untuk berlari menyelamatkan diri ke gunung.

“Wahai anakku! Naiklah  bersama kami dan janganlah kamu berada bersama orang-orang yang kafir.” (QS. Huud : 42)

“Gelombang pun menjadi penghalang antara keduanya; maka anak itu termasuk orang-orang yang ditenggelamkan.” (QS. Huud : 43)

Banjir besar tersebut meluluhlantahkan para kaum Nabi Nuh yang kafir, tak ada yang dapat menyelamatkan mereka. Nabi Nuh dan para pengikutnya yang berada di kapal pun selamat. Setelah kaum Nabi Nuh binasa, Allah pun memerintahkan agar langit berhenti, dan bumi menelan air yang membanjiri.

“Wahai bumi telanlah airmu, dan wahai langit  berhentilah,” maka air pun surut, kapal itu pun berlabuh di atas bukit Judi.” (QS. Huud : 44)

Nabi Nuh pun menerima, bahwa anaknya adalah salah seorang dari kumpulan kafir yang telah dibinasakan.

“Ya Tuhanku, sesungguhnya anakku termasuk keluargaku, dan sesungguhnya janji Engkau itulah yang benar. Dan Engkau adalah Hakim yang seadil-adilnya.” (QS. Huud : 45)

Allah Subhanahu Wa Ta’ala pun berfirman :

“Wahai Nuh! Sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu, sesungguhnya  perbuatannya tidak baik. Sebab itu janganlah kamu memohon kepada-Ku sesuatu yang kamu tidak mengetahui nya. Sesungguhnya Aku memperingatkan kepadamu agar kamu jangan termasuk orang-orang yang tidak berpengetahuan.” (QS. Huud : 46)

Dan Nabi nuh kemudian berkata :

“Ya Tuhanku, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari memohon kepada Engkau sesuatu yang aku tidak mengetahuinya. Dan sekiranya Engkau tidak memberikan ampun kepadaku, serta menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku akan termasuk orang-orang yang merugi.” (QS. Huud : 47)

Nabi Nuh dan para pengikutnya pun turun dari kapal, melepaskan hewan yang diangkut, dan menjalani kehidupan yang baru. Beliau melakukan kebajikan dengan mendakwahkan ajaranNya kepada kaumnya hingga beliau wafat.

Pelajaran Dari Kisah Nabi Nuh ‘Alaihissalam

  • Orang fakir dan dhu’afa

Jika dahulu orang-orang fakir dan dhu’afa mau mengikuti Nabi Nuh, sekarang sepertinya sudah jauh berbeda. Kini banyak orang fakir yang tetap saja jauh dari ajaran Allah. Na’udzubillah. Banyak yang tak menyandarkan kehidupan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

 Fenomena yang gampang sekali kita jumpai, misalnya saja ketika waktu sholat jum’at. Ketika banyak yang memiliki kendaraan motor, mobil, yang masih sempat melakukan ibadah wajib tersebut, disisi lain tak sedikit orang fakir yang justru sibuk bekerja. Padahal rezeki itu semata-mata datang dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Sementara pekerjaan hanyalah perantara dariNya.

  • Kaum kaya meminta Nabi Nuh mengusir kaum fakir dan dhuafa

Keteguhan hati Nabi Nuh sepatutnya menjadi contoh untuk kita. Tidak hanya karena harta didepan mata kita menjadi silau, dan melupakan keimanan. Sekarang ini, orang yang berharta banyak seolah menjadi raja. Apapun bisa dilakukannya dengan uang yang dimiliki. Para penguasa pun seolah tunduk asalkan ada uang yang setimpal. Semoga Allah mengampuni dan memberi hidayah kepada kita semua, dan para pemimpin negeri ini yang berbuat kebatilan dengan menerima suap dan korupsi yang meraja lela. Semoga Allah menumbuhkan pemimpin-pemimpin negeri ini yang memiliki landasan iman yang kuat, serta menjabat untuk kesejahteraan masyarakat. Aamiin

  • Azab kaum Nabi Nuh yang durhaka

Apakah kita baru percaya jika azab yang dijanjikan Allah Ta’ala itu terjadi pada kita? Apakah kita harus seperti kaum Nabi Nuh yang luluh lantah tersebut? Semoga Tidak. Semoga masih ada kepercayaan dalam diri kita, bahwa azab Allah itu nyata adanya. Bukan hanya azab, tetapi janji manis untuk orang-orang yang beriman kepadaNya juga nyata adanya.

Tentu masih banyak hal yang bisa kita ambil dari kisah Nabi Nuh ‘Alaihissalam, ataupun kisah-kisah orang shaleh lainnya. Seperti kegigihan beliau untuk berdakwah, dan juga salah satu pelajaran bahwa mengingatkan saudara, anak, teman, kerabat ketika salah adalah wajib. Tetapi ketika dia bersalah, maka Allah lah yang berhak mengampuninya. Di dunia mungkin kita masih bisa melakukan tipu daya untuk membela mereka yang bersalah dan sudah seharusnya mendapat hukuman, namun di jika pengadilan Allah yang berlaku, bahkan kita tidak bisa membela diri sendiri jika kita tidak iman dan taqwa kepadaNya.

Semoga Allah senantiasa memberikan limpahan rahmatNya. Aamiin

Wallahu ‘alam Bishawab..

Ditulis kembali dari KisahMuslim.com

Tentang Komentar Kawan Semua:

Lebaran Api Media Indonesia (LAMI), Inc & Lebaran.com ("KAMI") sangat senang Kawan ("Anda" "Kawan") memberikan komentar di situs Lebaran.com. Tetapi, kembali Kami harus memberikan peraturan-peraturan utk keamanan dan kenyamanan Anda sehingga bisa menikmati situs Lebaran.com dengan baik dan benar.


Peraturan utk berkomentar sesuai dengan "Syarat & Kondisi" yang ada di halaman Syarat & Kondisi. (Kami sangat mengharapkan Kawan membacanya terlebih dahulu, jika Kawan memutuskan utk tidak membacanya, Kami menganggap secara langsung dan tidak langsung Kawan setuju dengan "Syarat & Kondisi" tersebut.)


Jika Kawan memberikan komentar, peraturan diatas berlaku secara langsung. Terima kasih.


Kami tunggu komentar-komentar dari Kawan semua! Selamat Berkomentar!

Kumpulan Artikel Kisah & Sejarah

  • 1
  • 2
  • 3
Prev Selanjutnya
Haji, Riwayatnya Dulu

Haji, Riwayatnya Dulu

Lebaran.com -  Tatkala Nabi Ibrahim ‘alaihissalam selesai me...

Generasi Triple ‘X’ – Virus “Pornografi”

Generasi Triple ‘X’ – Virus “Pornografi”

Lebaran.com - Gaul, trendy, eksis dan melek teknologi. Itula...

Sosok :  N.A. Muslimah Hafsari Hamid binti K.A.Hamid

Sosok : N.A. Muslimah Hafsari Hamid binti K.A.Hamid

Lebaran.com - Ibu Muslimah Hafsari, atau yang akrab disapa d...

Kumpulan Artikel Idul Adha 1434 H

  • 1
  • 2
  • 3
Cukup Haji Sekali Saja

Cukup Haji Sekali Saja

Lebaran.com – Memang tidak ada larangan untuk melaksanakan i...

Lantai Dua Masjidil Haram Sudah Digunakan Untuk Tawaf

Lantai Dua Masjidil Haram Sudah Digunakan Untuk Tawaf

Lebaran.com – Sebentar lagi akan datang waktu puncak ibadah ...

Jamuan Makan (Walimatussafar) Sebelum dan Sesudah Berangkat Haji

Jamuan Makan (Walimatussafar) Sebelum dan Sesudah Beran…

Lebaran.com – Terutama di pedesaan, akan banyak kita jumpai ...

Kumpulan Berita Terbaru 2013

  • 1
  • 2
  • 3
It’s about lebaran.com

It’s about lebaran.com

lebaran.com is a unique interesting website to visit especia...

Lebaran in Indonesia

Lebaran in Indonesia

Lebaran.com - For Muslim around the world, Eid al-Fitr is an...

Transplantasi Negatif, Apa Itu? Pornografi?

Transplantasi Negatif, Apa Itu? Pornografi?

Lebaran.com - Wow, mendengar kata transplantasi, tentu kita ...

Kumpulan Artikel Tahun Baru Islam

  • 1
  • 2
  • 3
Meski Terjadi Kemelut, Kirab 1 Suro Keraton Solo Dijamin Aman

Meski Terjadi Kemelut, Kirab 1 Suro Keraton Solo Dijami…

Lebaran.com – Salah satu tradisi yang terkenal di Indonesia ...

Open Day di California Amerika Serikat Membawa Pemahaman Baru Tentang Islam

Open Day di California Amerika Serikat Membawa Pemahama…

Lebaran.com – Islam masih dianggap sebagai biang kerok atas ...

Benarkah Paul Pogba, Sang Gelandang Juventus Itu Seorang Muslim?

Benarkah Paul Pogba, Sang Gelandang Juventus Itu Seoran…

Lebaran.com – Pemain sepak bola Muslim memang selalu menjadi...

Facebook

Berita Lebaran Dari Media Yang Lain

Berita Lebaran Dari Media Yang Lain

Assalamualaikum Wr. Wb,

Mari yuk berkunjung ke Pasar di Lebaran.com,
Klik langsung saja >>> WWW.PASAR.LEBARAN.COM <<<

Pasar Lebaran.com adalah Situs pasang iklan GRATIS dari Lebaran.com.
Kawan bisa menjual dan membeli barang di Pasar Lebaran.com dengan mudah.
Yuk coba, langsung. Terima kasih!

Wa'alaikumsalam Wr Wb,

Pasukan Pasar Lebaran.com