08 Shawwal 1439 / Friday, 22 Juni 2018 / جمعه, ۰۱ تیر ۱۳۹۷

Hitam-Hitam Kereta Api

Selamat Hari Kereta Nasional Indonesia | LeKartu Hak Milik dr Lebaran.com Selamat Hari Kereta Nasional Indonesia | LeKartu Hak Milik dr Lebaran.com

Lebaran.com - “Hitam-hitam kereta api, makin hitam, makin dinanti”. Ungkapan ini memberikan gambaran pada kita bahwa kereta api gak ada matinye! Suasana di kereta senja kerap menjadi icon romantisme pada lagu-lagu era 90-an. Dan kini, di era digital, kereta api masih berjaya dan alami banyak kemajuan, bertransformasi dari berbahan bakar batu-bara menjadi diesel dan listrik.

Kereta api mungkin termasuk alat transportasi paling tua dan populer di Indonesia. Betapa tidak, menjelang hari libur atau hari besar, calon penumpang harus jauh-jauh hari memesan tiket kereta agar tidak kehabisan. Artinya, peminat kereta api dari tahun ke tahun makin bertambah.

Tapi, tahukah kawan? Kereta api telah eksis di Indonesia sejak abad ke-19, tepatnya tahun 1867. Mulanya, Raja Willem I dari Belanda memerintahkan T.J. Stieljes untuk mensurvey tentang kemungkinan pembangunan transportasi dan jaringan kereta api di Jawa.

Nama kereta api sendiri diambil karena saat itu kereta api menggunakan bahan bakar api dari pembakaran batu bara atau kayu. Di tangan pemerintah kolonial Hindia Belanda, kereta api menjadi alat angkut utama untuk keperluan militer di Semarang maupun mengangkut hasil bumi ke gudang Semarang. Kemudian dalam melayani kebutuhan akan pengiriman hasil bumi dari Indonesia, maka pemerintah kolonial Hindia Belanda sejak tahun 1876 telah membangun berbagai jaringan kereta api, yang bermuara pada pelabuhan Tanjung Priok Jakarta dan Tanjung Perak Surabaya.

Perkembangan kereta api selama masa penjajahan Belanda cukup signifikan. Sampai dengan tahun 1939, panjang jalan kereta api di Indonesia mencapai 6.811 km. Namun pada tahun 1950 panjangnya sempat berkurang menjadi 5.910 km. Sebanyak 901 km raib. Hal itu terjadi karena terjadi pembongkaran semasa pendudukan Jepang dan diangkut ke Burma untuk pembangunan jalan kereta api di sana.

Pada masa kolonial Belanda, pembangunan rel kereta api secara besar-besaran terjadi antara tahun 1875 hingga 1925. Bukan hanya di Jawa, Sumatera pun kecipratan proyek tersebut. Sedangkan untuk Kalimantan dan Sulawesi tidak terlaksana karena baru akan dimulai dibangun tahun 1941 tapi Perang Dunia II keburu meletus. Proyek yang berujung di tahun 1925 tersebut sekaligus meresmikan elektrifikasi jalur kereta api di Batavia dan sekitarnya. Elektrifikasi ini kemudian dilanjtkan sampai ke Buitenzorg (Bogor).

Kemudian pada tahun 1929, kereta api yang dibangun pemerintah Hindia Belanda memecahkan rekor kcepatan. Lokomotif uap perusahaan kereta api milik pemerintah Hindia Belanda (Staatspoorwegen/SS) kelas 1000 berhasil menarik rangkaian sampai kecepatan 120 km/jam di jalur Batavia – Surabaya.

Peristiwa mengenaskan dan menyedihkan terjadi saat pembangunan jalur kereta api maut antara Muaro – Pekanbaru sejauh 220 km oleh pemerintah Jepang tahun 1943-1945. Pembangunan yang memakan waktu 15 bulan ini mempekerjakan 50 ribu orang, terdiri dari romusha dan tawanan perang Belanda. 26 ribu orang mati mengenaskan, utamanya karena perlakuan tentara Jepang yang di luar batas kemanusiaan, gizi yang buruk, serta ketiadaan fasilitas kesehatan yang memadai.

Berkaca dari pengalaman sejarah kelam ini, maka setelah Indonesia merdeka, beberapa karyawan kereta api yang tergabung dalam AMKA (Angkatan Moeda Kereta Api) bertekad mengambil alih kekuasaan perkeretaapian dari tangan Jepang. Peristiwa besar ini terjadi pada 28 September 1945. Maka hal inilah yang menjadi dasar ditetapkannya tanggal 28 September sebagai Hari Kereta Api Indonesia, serta dibentuknya DKARI atau Djawatan Kereta Api Republik Indonesia. Selamat Hari Kereta Api 28 September 2013! masnkdskladlkfdkfnmushang

 

Sumber:           http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_perkeretaapian_di_Indonesia

                                    http://mediaranahjaya.blogspot.com/2013/05/10-sejarah-kereta-api-indonesia-yang.html

Tentang Komentar Kawan Semua:

Lebaran Api Media Indonesia (LAMI), Inc & Lebaran.com ("KAMI") sangat senang Kawan ("Anda" "Kawan") memberikan komentar di situs Lebaran.com. Tetapi, kembali Kami harus memberikan peraturan-peraturan utk keamanan dan kenyamanan Anda sehingga bisa menikmati situs Lebaran.com dengan baik dan benar.


Peraturan utk berkomentar sesuai dengan "Syarat & Kondisi" yang ada di halaman Syarat & Kondisi. (Kami sangat mengharapkan Kawan membacanya terlebih dahulu, jika Kawan memutuskan utk tidak membacanya, Kami menganggap secara langsung dan tidak langsung Kawan setuju dengan "Syarat & Kondisi" tersebut.)


Jika Kawan memberikan komentar, peraturan diatas berlaku secara langsung. Terima kasih.


Kami tunggu komentar-komentar dari Kawan semua! Selamat Berkomentar!

Kumpulan Artikel Idul Adha 1434 H

  • 1
  • 2
  • 3
Cukup Haji Sekali Saja

Cukup Haji Sekali Saja

Lebaran.com – Memang tidak ada larangan untuk melaksanakan i...

Lantai Dua Masjidil Haram Sudah Digunakan Untuk Tawaf

Lantai Dua Masjidil Haram Sudah Digunakan Untuk Tawaf

Lebaran.com – Sebentar lagi akan datang waktu puncak ibadah ...

Jamuan Makan (Walimatussafar) Sebelum dan Sesudah Berangkat Haji

Jamuan Makan (Walimatussafar) Sebelum dan Sesudah Beran…

Lebaran.com – Terutama di pedesaan, akan banyak kita jumpai ...

Kumpulan Berita Terbaru 2013

  • 1
  • 2
  • 3
It’s about lebaran.com

It’s about lebaran.com

lebaran.com is a unique interesting website to visit especia...

Lebaran in Indonesia

Lebaran in Indonesia

Lebaran.com - For Muslim around the world, Eid al-Fitr is an...

Transplantasi Negatif, Apa Itu? Pornografi?

Transplantasi Negatif, Apa Itu? Pornografi?

Lebaran.com - Wow, mendengar kata transplantasi, tentu kita ...

Kumpulan Artikel Tahun Baru Islam

  • 1
  • 2
  • 3
Meski Terjadi Kemelut, Kirab 1 Suro Keraton Solo Dijamin Aman

Meski Terjadi Kemelut, Kirab 1 Suro Keraton Solo Dijami…

Lebaran.com – Salah satu tradisi yang terkenal di Indonesia ...

Open Day di California Amerika Serikat Membawa Pemahaman Baru Tentang Islam

Open Day di California Amerika Serikat Membawa Pemahama…

Lebaran.com – Islam masih dianggap sebagai biang kerok atas ...

Benarkah Paul Pogba, Sang Gelandang Juventus Itu Seorang Muslim?

Benarkah Paul Pogba, Sang Gelandang Juventus Itu Seoran…

Lebaran.com – Pemain sepak bola Muslim memang selalu menjadi...

Facebook

Berita Lebaran Dari Media Yang Lain

Berita Lebaran Dari Media Yang Lain

Assalamualaikum Wr. Wb,

Mari yuk berkunjung ke Pasar di Lebaran.com,
Klik langsung saja >>> WWW.PASAR.LEBARAN.COM <<<

Pasar Lebaran.com adalah Situs pasang iklan GRATIS dari Lebaran.com.
Kawan bisa menjual dan membeli barang di Pasar Lebaran.com dengan mudah.
Yuk coba, langsung. Terima kasih!

Wa'alaikumsalam Wr Wb,

Pasukan Pasar Lebaran.com