26 Dhu al-Qi'dah 1438 / Sabtu, 19 Agustus 2017 / شنبه, ۲۸ مرداد ۱۳۹۶

Islam Sebagai Identitas Kebudayaan Nusantara

  • Written by  Kartika Pemilia | Penulis dapat dikontak di [email protected]
  • font size decrease font size decrease font size increase font size increase font size
  • Print
  • Email
Illustrasi Islam sebagai Identitas kebudayaan | http://saripedia.files.wordpress.com/2011/06/peta-kerajaan-islam-  nusantara.gif Illustrasi Islam sebagai Identitas kebudayaan | http://saripedia.files.wordpress.com/2011/06/peta-kerajaan-islam- nusantara.gif

Lebaran.com -  Meskipun penjajah Belanda mencoba melakukan politik nativisasi di Nusantara dengan mengangkat kebudayaan Hindu dan mengeliminasi  Islam, namun warisan klasik Islam di bumi Nusantara membuktikan, bahwa Islam mampu menancapkan pengaruh yang besar pada sistem politik, ekonomi, sosial, bahkan budaya masyarakat Nusantara.

Sejarah Indonesia ternyata memang tidak bisa dilepaskan dari sejarah Islam. Salah satu dampak pengaruh Islam pada sistem budaya Nusantara tampak jelas pada bahasa dan kesusastraan Nusantara. Dan hal ini erat kaitannya dengan metode pengajaran Islam melalui pembacaan Al-Qur’an. Sobat, salah satu bahasa lokal yang banyak menerima pengaruh bahasa Arab adalah bahasa Melayu yang kemudian diangkat menjadi bahasa nasional Indonesia. Sejak Islam berkembang di Nusantara, masyarakat yang masuk Islam menggunakan huruf Arab dalam aktivitas baca dan tulis. Kata yang berasal dari bahasa Arab berjumlah 15% atau lebih dari kosa kata bahasa Indonesia. perkembangan bahasa ini berasal dari proses pengajaran Islam dengan bahasa Melayu dan Arab di madrasah-madrasah. Menurut Al-Suyuthi, istilah “madrasah” baru digunakan secara luas pada abad ke-9. Madrasah tidak hanya berfungsi sebagai lembaga penyampai ilmu, tetapi juga sebagai lembaga utama reproduksi ulama. Inti pembelajaran di madrasah adalah Al-Qur’an dan Hadits Nabi. Pendidikan di madrasah memaksa para muridnya untuk mempelajari bahasa dan aksara Arab. Hal yang terpenting adalah pelajaran menyalin Al-Qur’an mengingat belum adanya mesin cetak Guttenberg.

Ketika komunitas Islam di Nusantara semakin stabil, kebutuhan akan Al-Qur’an semakin banyak. Seiring dengan itu, keahlian seni kaligrafi menjadi berkembang. Tidak hanya Al-Qur’an saja yang ditulis dalam tulisan Arab, tapi meluas ke Undang-undang Kerajaan, kumpulan hadits, buku-buku doa, puisi, dan karya sastra, serta surat-surat diplomatik antara penguasa Islam di Nusantara dan kekuatan asing. Naskah Berbahasa Arab Kemunculan Islam dan penerimaan aksara Arab merupakan langkah nyata bagi sebagian penduduk Nusantara untuk masuk ke dalam budaya tulisan. Telah banyak naskah  keagamaan berbahasa Arab yang ditulis oleh intelektual Islam Nusantara kala itu. Selain ahli agama, intelektual Islam yang dalam hal ini diwakili oleh para ulama juga ahli ilmu tata negara, strategi, sastra, sosiologi, dan lain-lain. Maka, naskah berbahasa Arab merupakan bagian penting dari warisan dunia Islam Nusantara. Sayangnya, karena faktor iklim dan pejajahan, naskah itu hilang atau rusak karena kemungkinan dijarah atau dibakar perpusatakaannya. Misalnya, perpustakaan Kesultanan Palembang yang hancur pada awal abad ke-19. Beberapa naskahnya kemudian ditemukan di Batavia (Jakarta), selebihnya musnah. Kini naskah Arab banyak terkumpul di Perpustakaan Nasional.

Salah satu naskah yang menggambarkan proses Islamisasi dalam bidang politik adalah Bustan al-Salathin karya Nuruddin Al-Raniri yang menjadi Syaikh Islam Kesultanan Aceh. Dalam karyanya itu, Al-Raniri mengungkapkan bagaimana dia menasihati Sultan dalam fungsinya sebagai penguasa. Syair-syair berbahasa Arab juga sering ditemukan pada nisan-nisan penguasa Islam. Misalnya, syair berbahasa Arab yang ditulis di atas batu nisan Sultan Malik al-Shalih pada tahun 698 H/1297 M.  Peran Ulama Kedatangan para ulama dari Jazirah Arab ke Nusantara meletakkan dasar pertama penyebaran Islam. Selanjutnya tanah Melayu-Indonesia mencetak sendiri ulama-ulamanya. Ulama-ulama ini mempunyai kedudukan yang khusus di mata para penguasa,  sehingga tak ayal hal ini mempermudah proses penyebaran Islam.  Selain Al-Raniri yang merintis dakwah pada abad ke-17 di wilayah Melayu, ada Abdul  Ra’uf al-Sinkili (1605-1693 M). Al-Sinkili menulis sekitar 22 karya yang membahas fiqih, tafsir, kalam, dan tasawuf. Kemudian ada murid Al-Sinkili, Burhanuddin, yang mendirikan madrasah di Ulakan, Minangkabau. Perintis dakwah lainnya adalah Muhammad Yusuf al-Makassari. Dia merupakan ulama penegak jihad fi sabilillah. Saat itu al-Makassari berteman akrab dengan Sultan Ageng Tirtayasa dari Banten. Dia kemudian menjadi anggota Dewan Penasihat Sultan yang paling berpengaruh, dan membantu Sultan melawan Belanda. Di tengah perlawanannya melawan penjajah Belanda, Al-Makassari tetap mengajar dan menulis. salah satu karyanya adalah Safinat al-Najah. Nah, dengan beragam fakta di atas, masihkah kita berani mengidentikkan kebudayaan  Nusantara dengan kebudayaan Candi?



Referensi : majalah AISYA No. 4/II/JUNI 2004.

Gambar: http://saripedia.files.wordpress.com/2011/06/peta-kerajaan-islam-

nusantara.gif

Kumpulan Artikel Idul Adha 1434 H

  • 1
  • 2
  • 3
Cukup Haji Sekali Saja

Cukup Haji Sekali Saja

Lebaran.com – Memang tidak ada larangan untuk melaksanakan i...

Lantai Dua Masjidil Haram Sudah Digunakan Untuk Tawaf

Lantai Dua Masjidil Haram Sudah Digunakan Untuk Tawaf

Lebaran.com – Sebentar lagi akan datang waktu puncak ibadah ...

Jamuan Makan (Walimatussafar) Sebelum dan Sesudah Berangkat Haji

Jamuan Makan (Walimatussafar) Sebelum dan Sesudah Beran…

Lebaran.com – Terutama di pedesaan, akan banyak kita jumpai ...

Kumpulan Berita Terbaru 2013

  • 1
  • 2
  • 3
It’s about lebaran.com

It’s about lebaran.com

lebaran.com is a unique interesting website to visit especia...

Lebaran in Indonesia

Lebaran in Indonesia

Lebaran.com - For Muslim around the world, Eid al-Fitr is an...

Transplantasi Negatif, Apa Itu? Pornografi?

Transplantasi Negatif, Apa Itu? Pornografi?

Lebaran.com - Wow, mendengar kata transplantasi, tentu kita ...

Kumpulan Artikel Tahun Baru Islam

  • 1
  • 2
  • 3
Meski Terjadi Kemelut, Kirab 1 Suro Keraton Solo Dijamin Aman

Meski Terjadi Kemelut, Kirab 1 Suro Keraton Solo Dijami…

Lebaran.com – Salah satu tradisi yang terkenal di Indonesia ...

Open Day di California Amerika Serikat Membawa Pemahaman Baru Tentang Islam

Open Day di California Amerika Serikat Membawa Pemahama…

Lebaran.com – Islam masih dianggap sebagai biang kerok atas ...

Benarkah Paul Pogba, Sang Gelandang Juventus Itu Seorang Muslim?

Benarkah Paul Pogba, Sang Gelandang Juventus Itu Seoran…

Lebaran.com – Pemain sepak bola Muslim memang selalu menjadi...

Facebook

Berita Lebaran Dari Media Yang Lain

Berita Lebaran Dari Media Yang Lain

Assalamualaikum Wr. Wb,

Mari yuk berkunjung ke Pasar di Lebaran.com,
Klik langsung saja >>> WWW.PASAR.LEBARAN.COM <<<

Pasar Lebaran.com adalah Situs pasang iklan GRATIS dari Lebaran.com.
Kawan bisa menjual dan membeli barang di Pasar Lebaran.com dengan mudah.
Yuk coba, langsung. Terima kasih!

Wa'alaikumsalam Wr Wb,

Pasukan Pasar Lebaran.com