09 Dhu al-Qi'dah 1439 / Ahad, 22 Juli 2018 / یکشنبه, ۳۱ تیر ۱۳۹۷

Malam 1 Muharram, Pengunjung Pantai Selatan Makin Menurun

  • Written by  Ariyanto, seorang pembelajar yang ingin terus belajar. Baginya, membaca dan menulis adalah salah satu jalan mencari dan menemukan serta membagikan kebaikan. Penulis lepas di Lebaran.com
  • Selasa, 05 November 2013 01:39
  • font size decrease font size decrease font size increase font size increase font size
  • Print
  • Email
Pantai Parangtritis | Google Pantai Parangtritis | Google

Lebaran.com – Untuk masyarakat jawa khususnya, malam 1 Muharram yaitu pergantian tahun Hijriah yang kali ini sudah sampai pada 1435 Hijriah, cukup kental dengan sisi budaya warisan nenek moyang, yaitu peringatan malam 1 Suro.

Di berbagai daerah seperti di Solo Misalnya, malam 1 Suro akan diperingati dengan menggelar kirab dan sudah menjadi upacara adat yang cukup terkenal di kalangan wisatawan. Di daerah lain yakni Yogyakarta yang masih sangat erat dengan budaya keraton, malam 1 Suro juga banyak diperingati sebagai sebuah malam keramat yang memiliki banyak makna.

Salah satu tempat yang dulu cukup ramai pada saat malam 1 Suro, adalah Pantai Parangtritis. Omset yang didapatkan dari retribusi pengunjung pada malam tersebut mencapai 60 juta rupiah dalam satu malam. Tetapi, belakangan ini pengunjung pantai selatan, Parangtritis khususnya mulai sepi pengunjung.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Bantul melalui Jogja TribunNews. Bambang legowo mengungkapkan semakin lama, pengunjung Parangtritis pada pergantian tahun baru Islam atau malam 1 Suro semakin menurun.

Tahun 2013 ini, atau bertepatan dengan pergantian tahun baru Islam dari 1434 Hijriah ke 1435 Hijriah, Bambang hanya memperkirakan pendapatan retribusi sebesar 20 juta rupiah.

Menurutnya hal ini terjadi karena sudah semakin banyak masyarakat yang tidak menganggap bahwa malam 1 Suro adalah malam yang spesial, sehingga tak ada kegiatan istimewa yang dilakukan untuk memperingati malam tersebut. Sementara kemungkinan lain adalah karena munculnya banyak acara hiburan di televisi serta acara-acara di tempat lain yang menyebabkan keengganan para masyarakat untuk mengunjungi pantai di malam 1 Suro.

Pihaknya pun merasa bingung untuk menarik kembali jumlah wisatawan atau pengunjung di malam 1 Suro. “Kemungkinannya adalah menggelar acara pagelaran wayang kulit”. Ungkapnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Kepala Desa Parangtritis, Topo yang mengatakan bahwa beberapa tahun lalu selalu terjadi kemacetan karena ramainya pengunjung di Parangtritis pada malam 1 Suro. Tetapi belakangan, jalanan pun tampak lengang karena pengunjung yang datang tak begitu banyak.

Last modified on Selasa, 05 November 2013 01:57

Kumpulan Artikel Tahun Baru Islam

  • 1
  • 2
  • 3
Meski Terjadi Kemelut, Kirab 1 Suro Keraton Solo Dijamin Aman

Meski Terjadi Kemelut, Kirab 1 Suro Keraton Solo Dijami…

Lebaran.com – Salah satu tradisi yang terkenal di Indonesia ...

Open Day di California Amerika Serikat Membawa Pemahaman Baru Tentang Islam

Open Day di California Amerika Serikat Membawa Pemahama…

Lebaran.com – Islam masih dianggap sebagai biang kerok atas ...

Benarkah Paul Pogba, Sang Gelandang Juventus Itu Seorang Muslim?

Benarkah Paul Pogba, Sang Gelandang Juventus Itu Seoran…

Lebaran.com – Pemain sepak bola Muslim memang selalu menjadi...

Facebook

Berita Lebaran Dari Media Yang Lain

Berita Lebaran Dari Media Yang Lain

Assalamualaikum Wr. Wb,

Mari yuk berkunjung ke Pasar di Lebaran.com,
Klik langsung saja >>> WWW.PASAR.LEBARAN.COM <<<

Pasar Lebaran.com adalah Situs pasang iklan GRATIS dari Lebaran.com.
Kawan bisa menjual dan membeli barang di Pasar Lebaran.com dengan mudah.
Yuk coba, langsung. Terima kasih!

Wa'alaikumsalam Wr Wb,

Pasukan Pasar Lebaran.com